Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Israel dan Ukraina Berselisih soal Isu Rusia Jual Gandum Curian ke Haifa

Israel dan Ukraina berselisih mengenai tuduhan bahwa Rusia menjual gandum curian dari wilayah pendudukan di Ukraina ke pelabuhan Israel.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Nuryanti
zoom-in Israel dan Ukraina Berselisih soal Isu Rusia Jual Gandum Curian ke Haifa
Tribunnews.com
ISRAEL-UKRAINA BERSELISIH - Kolase foto Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha (kiri) dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy (kanan), Selasa (28/4/2026). Israel dan Ukraina berselisih mengenai tuduhan bahwa Rusia menjual gandum curian dari wilayah pendudukan di Ukraina ke pelabuhan Israel. 
Ringkasan Berita:
  • Ukraina dan Israel berselisih soal dugaan Rusia menjual gandum yang diambil dari wilayah Ukraina yang diduduki Rusia ke pelabuhan Israel.
  • Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha mengecam Israel karena memfasilitasi penjualan gandum curian, namun Israel membantah karena tidak ada bukti kuat.
  • Presiden Zelenskyy menilai tindakan itu ilegal dan menyiapkan sanksi bagi pihak terkait. Sementara itu, laporan investigasi menyebut sebagian gandum berasal dari wilayah Ukraina yang diduduki Rusia.

TRIBUNNEWS.COM - Di tengah perang Rusia Vs Ukraina dan perang AS-Israel Vs Iran, Ukraina dan Israel berselisih mengenai dugaan bahwa Rusia mencuri gandum Ukraina dan menjualnya ke Israel.

Pada hari Senin, Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha mengecam Israel karena memfasilitasi apa yang disebutnya sebagai perdagangan ilegal gandum Ukraina curian oleh Rusia.

Media Ukraina sebelumnya melaporkan kapal kargo Panormitis, yang membawa gandum dari wilayah Ukraina yang diduduki Rusia, sedang mendekati pelabuhan Haifa di Israel.

“Sulit untuk memahami mengapa Israel tidak memberikan tanggapan yang tepat terhadap permintaan sah Ukraina terkait kapal sebelumnya yang mengirimkan barang curian ke Haifa,” tulis Andrii Sybiha di X, menambahkan bahwa duta besar Israel dipanggil ke kementerian pada Selasa (28/4/2026) pagi.

Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar menegur Andrii Sybiha di media sosial, dengan mengatakan bahwa Ukraina belum memberikan bukti bahwa Israel membeli gandum "curian" dari Rusia.

“Hubungan diplomatik, terutama antara negara-negara sahabat, tidak dilakukan di Twitter atau di media," tulis Gideon Saar, menegur Andrii Sybiha, seperti diberitakan Russia Today.

"Tuduhan bukanlah bukti. Bukti yang mendukung tuduhan tersebut belum diberikan. Anda bahkan tidak mengajukan permohonan bantuan hukum sebelum beralih ke media dan jejaring sosial,” tulis Saar, menambahkan masalah tersebut akan diperiksa oleh pihak berwenang Israel.

Rekomendasi Untuk Anda

Menanggapi pernyataan Gideon Saar, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengecam Israel karena menerima kapal-kapal yang membawa gandum Ukraina yang dicuri oleh Rusia dan berjanji akan menjatuhkan sanksi kepada semua pihak yang terlibat.

"Di negara normal mana pun, membeli barang curian adalah tindakan yang menimbulkan tanggung jawab hukum. Ini berlaku, khususnya, untuk gandum yang dicuri oleh Rusia. Kapal lain yang membawa gandum tersebut telah tiba di pelabuhan di Israel dan sedang bersiap untuk membongkar muatannya. Ini bukanlah bisnis yang sah. Otoritas Israel tidak mungkin tidak mengetahui kapal mana yang tiba di pelabuhan negara itu dan muatan apa yang mereka bawa," kata Zelenskyy, Selasa.

Zelenskyy mengatakan Rusia terus-menerus merebut gandum dari wilayah Ukraina yang diduduki sementara dan mengekspornya.

Baca juga: Drone Rusia Hantam Odesa, 14 Orang Terluka, Zelensky Ungkap Rusia Lepas 1.900 Drone

"Skema semacam itu melanggar hukum Negara Israel sendiri. Ukraina telah mengambil semua langkah yang diperlukan melalui jalur diplomatik untuk mencegah insiden tersebut. Namun, kita melihat bahwa satu lagi kapal semacam itu belum dihentikan. Saya telah menginstruksikan Kementerian Luar Negeri Ukraina untuk memberi tahu semua mitra negara kita tentang situasi tersebut," ujarnya.

Zelenskyy menekankan berdasarkan data intelijen Ukraina, Kyiv sedang mempersiapkan paket sanksi yang menargetkan tidak hanya mereka yang secara langsung mengangkut gandum tersebut, tetapi juga individu dan badan hukum yang berupaya mengambil keuntungan dari skema ini.

Dia mengatakan Ukraina juga berkoordinasi dengan mitra-mitra Eropanya untuk memastikan individu-individu ini termasuk dalam rezim sanksi Eropa.

"Ukraina mengandalkan kemitraan dan saling menghormati dengan setiap negara. Kami sungguh-sungguh berupaya meningkatkan keamanan, khususnya di kawasan Timur Tengah. Kami berharap pihak berwenang Israel akan menghormati Ukraina dan menahan diri dari tindakan yang merusak hubungan bilateral kami," katanya, seperti diberitakan Pravda.

Hubungan kedua negara tersebut sempat tegang setelah Ukraina mengkritik Israel karena tidak menjatuhkan sanksi kepada Rusia atau memutuskan hubungan diplomatik atas invasinya.

Israel juga tidak mengecam pendudukan Rusia atas wilayah Ukraina di antaranya Krimea, Donetsk, Luhansk, Kherson, dan Zaporizhzhia.

Laporan Media Ukraina soal Rusia Menjual Gandum "Curian" ke Israel

Sebelumnya, jurnalis investigasi Ukraina, Kateryna Jaresko, melaporkan bahwa kapal kargo kering Panormitis membawa 6.201,56 ton gandum dan 19.043,73 ton jelai.

Meskipun kapal tersebut tetap berada di perairan teritorial Rusia di pelabuhan Kavkaz dan tidak melintasi perbatasan negara Ukraina, bukti yang tersedia menunjukkan bahwa setidaknya sebagian muatannya berasal dari pelabuhan Ukraina yang diduduki.

Para penyelidik mengkonfirmasi bahwa pada tanggal 18 April, salah satu kapal pengumpan, Leonid Pestrikov, memuat 6.087,68 ton jelai dan 954,56 ton gandum ke kapal kargo kering Panormitis.

Gandum tersebut dimuat di pelabuhan Berdyansk yang diduduki antara tanggal 7 dan 15 April, setelah itu kapal tersebut melanjutkan perjalanan melalui pelabuhan Temryuk di Rusia, tempat dokumen transportasi dikeluarkan — praktik umum yang digunakan untuk menyembunyikan asal kargo.

Meskipun ada indikasi tidak langsung bahwa seluruh muatan di kapal Panormitis mungkin berasal dari pelabuhan seperti Kerch dan Berdyansk, para penyelidik mengatakan bahwa mereka hanya dapat secara pasti mengkonfirmasi bagian yang dikirim oleh Leonid Pestrikov, lapor Kyiv Post.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas