Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Trump Diprediksi Cari Celah Perpanjangan Perang Iran-AS, Potensi Buat Krisis Global

Di tengah tekanan politik dan militer, Presiden AS diperkirakan akan memperpanjang konflik dengan Iran.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Trump Diprediksi Cari Celah Perpanjangan Perang Iran-AS, Potensi Buat Krisis Global
Tangkap layar YouTube The White House
AMERIKA VS IRAN - Tangkap layar YouTube The White House memperlihatkan Presiden AS Donald Trump melakukan konferensi singkat di Air Force One sebelum kembali ke AS dari pertemuan WEF di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026). Di tengah tekanan politik dan militer, Presiden AS diperkirakan akan memperpanjang konflik dengan Iran. 

 

Ringkasan Berita:
  • Trump diprediksi akan memperpanjang operasi militer terhadap Iran meski mendekati batas hukum.
  • Analis menyebut serangan awal sebagai salah perhitungan dan memperingatkan risiko eskalasi besar.
  • Ketegangan di Selat Hormuz dan langkah militer AS berpotensi memicu krisis ekonomi global.

 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump diperkirakan tidak akan mundur dari konflik dengan Iran.

Sebaliknya, ia disebut tengah mencari cara untuk memperpanjang keterlibatan militer meskipun langkah tersebut berpotensi melampaui batas hukum yang berlaku.

Pensiunan Letnan Kolonel Angkatan Darat AS, Earl Rasmussen, menggambarkan posisi Trump saat ini dalam situasi tanpa kemenangan.

Ia menilai presiden menghadapi tekanan politik besar, baik dari dalam negeri maupun sekutu internasional.

“Jika Trump menarik pasukan keluar, itu tidak akan terlihat bagus secara politik. Dia mungkin menggandakan dan maju dengan ancamannya,” ujar Rasmussen, mengutip Al Mayadeen, Rabu (29/4/2026).

Rekomendasi Untuk Anda

Namun, ia memperingatkan bahwa langkah tersebut justru berisiko memperburuk situasi.

Rasmussen bahkan menyebut keputusan awal untuk menyerang Iran salah perhitungan besar.

Menurutnya, ekspektasi bahwa Iran akan menyerah di bawah tekanan militer dan ekonomi terbukti tidak realistis.

Baca juga: 6 Kapal Tanker Iran Dipaksa Putar Balik, Blokade AS Bikin Selat Hormuz Nyaris Lumpuh

Sebaliknya, konflik justru berpotensi meluas akibat tekanan lanjutan dari sekutu seperti Israel dan kelompok politik di AS yang mendukung garis keras.

Lebih jauh, ia menilai Washington kini berusaha menghindari apa yang tampak sebagai kemunduran strategis.

“AS sedang mencari cara untuk menghindari kekalahan, tetapi kemungkinan tetap harus menghadapinya,” katanya.

Risiko Ekonomi Global

Selain dimensi militer, risiko ekonomi global juga menjadi sorotan serius. Rasmussen memperingatkan bahwa eskalasi konflik dapat memicu resesi global atau bahkan depresi ekonomi.

Salah satu faktor utama adalah meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz, jalur vital yang menjadi urat nadi distribusi energi dunia.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas