Setelah Percakapan Trump-Putin, Rusia Siap 'Gencatan Senjata Kecil' pada 9 Mei
Setelah percakapan telepon Trump dan Putin, Rusia dikabarkan siap untuk "gencatan senjata kecil" selama peringatan Hari Kemenangan pada 9 Mei 2026.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Garudea Prabawati
Ringkasan Berita:
- Putin dan Trump melakukan pembicaraan telepon selama 30 menit untuk membahas peluang gencatan senjata antara Rusia–Ukraina.
- Dalam percakapan itu, Putin disebut siap melakukan “gencatan senjata kecil” pada 9 Mei, bertepatan dengan peringatan Hari Kemenangan Rusia atas Nazi Jerman.
- Trump yakin kesepakatan antara Rusia–Ukraina dapat segera tercapai, namun menyoroti adanya hambatan dari faktor eksternal.
TRIBUNNEWS.COM - Perang antara Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1.527 pada Kamis (30/4/2026).
Ajudan Putin, Yuri Ushakov, mengungkapkan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berbicara melalui telepon untuk membahas gencatan senjata Rusia-Ukraina.
Panggilan telepon yang berlangsung selama setengah jam itu mengindikasikan bahwa Putin siap untuk "gencatan senjata kecil" pada 9 Mei.
Rusia akan memperingati Hari Kemenangan atas Perang Dunia II pada 9 Mei mendatang, perayaan tahunan untuk mengenang kemenangan Uni Soviet atas Nazi Jerman.
Biasanya, Rusia menggelar acara peringatan nasional dan memamerkan kekuatan militernya dalam parade militer yang dilaksanakan di Lapangan Merah.
Dalam pengarahan setelah percakapan tersebut, Trump mengatakan ia telah menawarkan Putin untuk "gencatan senjata kecil" selama peringatan Hari Kemenangan.
“Trump secara aktif mendukung inisiatif ini, dengan mencatat bahwa hari libur ini memperingati kemenangan bersama kita atas Nazisme dalam Perang Dunia II,” kata Ushakov mengenai percakapan telepon tersebut, Rabu (29/4/2026), dikutip dari Russia Today.
Menurut Trump, Putin siap untuk melakukan kesepakatan sejak lama namun ada beberapa hambatan.
"Saya berbicara dengan Vladimir Putin hari ini... Saya berbicara tentang Ukraina, dan saya sedikit berbicara tentang, eh, Iran. Saya membahas beberapa topik berbeda, sebagian besar tentang Ukraina, dan kami melakukan percakapan yang sangat baik," kata Donald Trump, Rabu.
“Dan saya pikir kita akan menemukan solusi relatif cepat, saya harap... Saya pikir dia ingin melihat solusi, saya bisa pastikan, dan itu bagus,” tambahnya.
Baca juga: Ukraina Cetak Rekor: 33.000 Drone Rusia Ditembak Jatuh dalam Sebulan
Trump menyatakan keyakinannya bahwa Putin "sudah siap untuk membuat kesepakatan sejak beberapa waktu lalu," tetapi mengklaim bahwa pengaruh eksternal sebelumnya telah "mempersulit" Presiden Rusia untuk duduk di meja perundingan.
Dalam percakapan telepon itu, Trump dan Putin juga membahas tentang perang Iran yang dimulai setelah AS-Israel meluncurkan agresi pada 28 Februari.
Ajudan Putin mengatakan Presiden Rusia menyoroti konsekuensi yang tak terhindarkan dan sangat merusak bukan hanya bagi Iran dan negara-negara tetangganya, tetapi juga bagi seluruh komunitas internasional, jika AS dan Israel kembali menggunakan aksi militer.
"Vladimir Putin menganggap keputusan Donald Trump untuk memperpanjang gencatan senjata dengan Iran sebagai keputusan yang tepat, karena hal ini akan memberi kesempatan pada negosiasi dan, secara keseluruhan, membantu menstabilkan situasi," kata Ushakov.
AS Cairkan Bantuan Militer US$400 Juta untuk Ukraina pada 28 April
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan bahwa bantuan sebesar US$400 juta untuk Ukraina, yang disetujui oleh Kongres pada Desember 2025, telah dicairkan pada tanggal 28 April.
Baca tanpa iklan