Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Iran Tutup Selat Hormuz dari Sisi Laut Arab, Bakal Bertindak Cepat jika Pasukan AS Bergerak Maju

Komandan angkatan laut Iran mengatakan, Iran telah menutup Selat Hormuz dari sisi Laut Arab.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Ringkasan Berita:
  • Komandan angkatan laut Iran mengatakan, Iran telah menutup Selat Hormuz dari sisi Laut Arab.
  • Nantinya, Iran akan mengambil "tindakan cepat" jika pasukan AS bergerak maju.
  • Permusuhan di kawasan itu meningkat setelah AS dan Israel memulai serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026.

TRIBUNNEWS.COM - Iran telah menutup Selat Hormuz dari sisi Laut Arab dan akan mengambil "tindakan cepat" jika pasukan Amerika Serikat (AS) bergerak maju.

Hal ini sebagaimana disampaikan komandan angkatan laut Iran, Shahram Irani, Rabu (29/4/2026) malam.

Permusuhan di kawasan itu meningkat setelah AS dan Israel memulai serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026, yang memicu pembalasan dari Teheran terhadap sekutu AS di Teluk dan penutupan Selat Hormuz.

Gencatan senjata diumumkan pada 8 April 2026 melalui mediasi Pakistan, diikuti oleh pembicaraan di Islamabad pada 11-12 April, tetapi tidak ada kesepakatan yang tercapai.

Presiden AS Donald Trump kemudian mengatakan gencatan senjata telah diperpanjang atas permintaan Pakistan, sambil menunggu proposal dari Teheran.

Terlepas dari upaya yang terus dilakukan untuk mengatur putaran pembicaraan berikutnya, ketidakpastian tetap ada.

Rekomendasi Untuk Anda

“Musuh mengira bahwa dalam waktu sesingkat mungkin - seperti tiga hari hingga satu minggu - mereka dapat mencapai kesimpulan dalam perang melawan Iran, dan asumsi mereka ini telah menjadi bahan lelucon di universitas-universitas militer,” kata Irani dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh stasiun televisi milik negara, IRIB, Rabu.

"Kami bersatu hingga tetes darah terakhir untuk membalas dendam atas para martir kami," tambahnya.

Trump Paksa Iran Menyerah

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf, mengatakan Presiden AS Donald Trump ingin memaksa Iran untuk menyerah melalui tekanan ekonomi dan "mengobarkan perselisihan internal".

"Masyarakat harus tahu bahwa solusi untuk konspirasi baru musuh hanya satu hal: menjaga persatuan," kata Qalibaf dalam pernyataan yang disiarkan oleh stasiun televisi milik negara Iran, IRIB.

Baca juga: AS Habiskan 25 Miliar Dolar Selama Perang Lawan Iran

Dia mengatakan AS dan Israel berupaya mengubah Iran menjadi Venezuela tetapi gagal.

“Kemudian mereka mencoba mengaktifkan kelompok separatis di bagian barat negara itu, tetapi berkat Tuhan dan upaya pasukan militer dan intelijen, mereka berhasil dikalahkan," tambahnya.

Gencatan Senjata Goyah

Dengan gencatan senjata yang rapuh, AS dan Iran terjebak dalam kebuntuan di Selat Hormuz.

Blokade AS dirancang untuk mencegah Iran menjual minyaknya, sehingga merampas pendapatan penting negara itu sekaligus berpotensi menciptakan situasi di mana Teheran harus menghentikan produksi karena tidak memiliki tempat untuk menyimpan minyak.

Sementara itu, penutupan selat tersebut telah memberikan tekanan pada Trump.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas