Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Militer Amerika Ajukan 3 Opsi Serangan 'Singkat dan Ampuh' ke Iran

Gedung Putih masih mempertimbangkan opsi militer untuk memecah kebuntuan atau memberikan pukulan telak sebelum mengakhiri konflik.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Militer Amerika Ajukan 3 Opsi Serangan 'Singkat dan Ampuh' ke Iran
Tribunnews.com
Kapal rudal Amerika Serikat (AS) bertengger di perairan dekat pantai Israel pada Jumat (12/4/2024). 

Militer Amerika Ajukan 3 Opsi Serangan 'Singkat dan Ampuh' ke Iran

TRIBUNNEWS.COM - Para komandan militer Amerika Serikat (AS) dilaporkan akan menyampaikan ke Presiden AS Donald Trump sebuah rencana "singkat dan ampuh" untuk potensi aksi militer AS terhadap Iran.

Kabar ini muncul di tengah ketegangan yang tetap tinggi dan negosiasi masih buntu.

Pengarahan yang dijadwalkan pada Kamis (30/4/2026) dan dipimpin oleh kepala Komando Pusat AS (US CENTCOM), Brad Cooper, menggarisbawahi kalau Gedung Putih masih mempertimbangkan opsi militer untuk memecah kebuntuan atau memberikan pukulan telak sebelum mengakhiri konflik.

Baca juga: Perang Amerika-Israel Vs Iran, Pemenangnya Adalah Rusia, Berikut Ini Alasannya


 
Sumber yang mengetahui masalah ini mengatakan kepada Axios kalau usulan tersebut mencakup operasi terarah yang berfokus pada infrastruktur utama Iran.

"Tujuan dari opsi serangan terukur ini dirancang untuk menggeser momentum setelah beberapa putaran pembicaraan yang gagal," tulis laporan WN, Kamis. 

Di antara opsi yang akan diajukan adalah rencana untuk merebut kendali sebagian Selat Hormuz guna memulihkan pelayaran komersial.

Rekomendasi Untuk Anda

Langkah seperti itu dapat memerlukan pengerahan pasukan darat dan secara signifikan meningkatkan konflik.

Usulan lain melibatkan misi pasukan khusus untuk mengamankan persediaan uranium yang diperkaya tinggi milik Iran.

Ketua Kepala Staf Gabungan Dan Caine juga diperkirakan akan menghadiri pengarahan tingkat tinggi tersebut, menurut laporan itu.

Para pejabat militer sedang mempertimbangkan risiko pembalasan Iran, memperingatkan bahwa Teheran dapat menargetkan pasukan AS di wilayah tersebut jika blokade atau serangan dilakukan.

KAPAL INDUK AS - Foto yang dirilis situs resmi Angkatan Laut Amerika Serikat (U.S. Navy) memperlihatkan kapal induk kelas Nimitz USS Abraham Lincoln (CVN 72) melakukan latihan putaran kecepatan tinggi di Samudra Atlantik selama uji coba laut di Samudra Atlantik, 11 Mei 2017.
KAPAL INDUK AS - Foto yang dirilis situs resmi Angkatan Laut Amerika Serikat (U.S. Navy) memperlihatkan kapal induk kelas Nimitz USS Abraham Lincoln (CVN 72) melakukan latihan putaran kecepatan tinggi di Samudra Atlantik selama uji coba laut di Samudra Atlantik, 11 Mei 2017. (US Navy)

Stok Rudal AS Menipis

Perkembangan ini terjadi sehari setelah Trump menginstruksikan para asistennya  untuk bersiap menghadapi blokade berkepanjangan di Selat Hormuz.

Ini dianggap Trump sebagai strategi utama untuk meningkatkan tekanan pada Iran dengan membatasi ekspor minyak dan pelayaran komersialnya. 

Baca juga: Bikin Boncos, AS Enggan Lanjut Ngebom Iran: Trump Perintahkan Blokade Berkepanjangan

Meskipun opsi lain, seperti menghentikan perang atau melanjutkan pemboman skala besar, dipertimbangkan, sumber-sumber mengindikasikan bahwa presiden melihat blokade tersebut memiliki risiko yang relatif lebih rendah.

Namun, ia tidak mengesampingkan tindakan militer jika Iran terus melawan.
Kekhawatiran juga muncul di dalam pemerintahan.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas