Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kesaksian 13 Nelayan Indonesia Terjebak di Pelabuhan Iran Selama Sebulan

13 nelayan Indonesia terjebak sebulan di Iran akibat konflik, hidup dalam ketakutan hingga akhirnya berhasil dievakuasi pulang

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Kesaksian 13 Nelayan Indonesia Terjebak di Pelabuhan Iran Selama Sebulan
Tribunnews.com/HO
NELAYAN TERJEBAK PERANG - Sebanyak 13 nelayan Indonesia terjebak lebih dari sebulan di pelabuhan Konarak, Iran, akibat konflik yang memicu serangan militer di wilayah tersebut. Mereka hidup dalam ketakutan, terpapar ledakan, serta terputus komunikasi dengan keluarga karena pembatasan internet. Setelah meminta bantuan KBRI, para nelayan akhirnya berhasil dievakuasi dan kembali ke Indonesia dengan selamat pada 20 April. 

Ringkasan Berita:
  • Sebanyak 13 nelayan Indonesia terjebak lebih dari sebulan di pelabuhan Konarak, Iran, akibat konflik yang memicu serangan militer di wilayah tersebut 
  • Mereka hidup dalam ketakutan, terpapar ledakan, serta terputus komunikasi dengan keluarga karena pembatasan internet 
  • Setelah meminta bantuan KBRI, para nelayan akhirnya berhasil dievakuasi dan kembali ke Indonesia dengan selamat pada 20 April

 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO –  Ketegangan di Timur Tengah tidak hanya berdampak pada negara-negara besar, tetapi juga menyeret warga sipil, termasuk nelayan Indonesia yang bekerja jauh dari tanah air. 

Sebanyak 13 nelayan Indonesia dilaporkan terjebak selama lebih dari satu bulan di pelabuhan Konarak, Iran, di tengah situasi keamanan yang memburuk akibat serangan militer.

Peristiwa ini bermula pada 28 Februari, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran. Para nelayan yang saat itu sedang melaut mengetahui kabar tersebut dan memutuskan untuk menghentikan aktivitas penangkapan ikan demi keselamatan.

Mereka kemudian kembali ke pelabuhan Konarak di wilayah selatan Iran dan bertahan di atas kapal sambil menunggu situasi mereda. Namun, kondisi justru semakin memburuk.

Hidup dalam Ketakutan
Rekomendasi Untuk Anda

Pelabuhan Konarak diketahui berada dekat dengan fasilitas strategis, termasuk pangkalan angkatan laut Iran dan instalasi energi. Pada awal Maret, kawasan tersebut menjadi target serangan besar.

Salah satu nelayan mengaku hidup dalam ketakutan setiap hari.

Baca juga: 100 Soal KNMP dan Kunci Jawaban Tes Kampung Nelayan Merah Putih 2026

“Kalau misil meleset dan jatuh ke sini, kami tidak akan selamat. Kami bahkan tidak bisa tidur di malam hari,” ujarnya dengan suara bergetar.

Selama lebih dari sebulan, mereka harus menyaksikan langsung asap hitam membumbung di seberang pantai yang masih terlihat dengan mata telanjang.

Suara ledakan terdengar berkali-kali, memperparah rasa cemas yang terus menghantui.

Terputus dari Dunia Luar

Situasi semakin sulit karena pemerintah Iran memberlakukan pembatasan internet sejak akhir Februari. 

Akibatnya, para nelayan tidak dapat menghubungi keluarga mereka di Indonesia.

Kondisi ini menambah tekanan psikologis. Selain menghadapi ancaman fisik dari serangan, mereka juga harus menanggung ketidakpastian tanpa komunikasi dengan orang-orang terdekat.

Setelah lebih dari satu bulan terjebak, para nelayan akhirnya berhasil menghubungi Kedutaan Besar Republik Indonesia di Iran dan meminta bantuan evakuasi.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas