Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Perang Iran Hari ke-64: 61 Persen Warga AS Tolak Perang Iran, Trump Justru Makin Menekan Teheran

Perang Iran memasuki hari ke-64, AS tolak proposal damai Teheran dan tekanan militer serta sanksi makin diperketat di berbagai kawasan.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan

Ringkasan Berita:
  • Perang Iran memasuki hari ke-64 dengan ketegangan meningkat antara AS dan Teheran.
  • Survei menunjukkan 61 persen warga AS menolak perang, namun Washington justru memperketat sanksi dan tekanan ekonomi.
  • Di Iran terdapat korban jiwa dalam operasi militer, sementara di Lebanon serangan Israel kembali menimbulkan korban meski gencatan senjata masih berlaku. 

 

TRIBUNNEWS.COM - Perang Iran memasuki hari ke-64, Sabtu (2/5/2026), dengan ketegangan yang terus meningkat di berbagai kawasan, mulai dari Amerika Serikat, Iran, hingga Timur Tengah lainnya.

Upaya damai kembali menemui jalan buntu setelah proposal terbaru Teheran ditolak Washington.

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menyatakan tidak puas terhadap usulan perdamaian Iran.

Ia menegaskan bahwa sejumlah tuntutan yang diajukan tidak dapat diterima.

“Mereka meminta hal-hal yang tidak bisa saya setujui,” ujar Trump, sambil memperingatkan bahwa penghentian konflik terlalu cepat bisa memicu eskalasi baru di masa depan.

Rekomendasi Untuk Anda

Selain itu, Amerika Serikat juga mengancam akan menjatuhkan sanksi terhadap kapal-kapal yang membayar biaya kepada Iran untuk melintasi Selat Hormuz, sehingga memperketat tekanan ekonomi terhadap Teheran.

Di Amerika Serikat

Al Jazeera melaporkan hasil survei Washington Post-ABC News-Ipsos yang menunjukkan 61 persen warga Amerika menilai penggunaan kekuatan militer terhadap Iran adalah sebuah kesalahan.

Temuan ini mencerminkan meningkatnya ketidakpuasan publik terhadap keterlibatan militer AS dalam konflik yang telah berlangsung berbulan-bulan.

Meski demikian, pemerintahan Presiden Donald Trump tetap melanjutkan kebijakan tekanan maksimum terhadap Iran.

Washington memperluas sanksi terhadap sejumlah entitas yang dituding terlibat dalam ekspor minyak Iran, termasuk perusahaan berbasis China yang diduga membantu penjualan minyak mentah Teheran senilai miliaran dolar.

Departemen Keuangan AS juga menjatuhkan sanksi tambahan terhadap perusahaan penukaran valuta asing Iran untuk membatasi akses Teheran terhadap pendapatan luar negeri.

Selain itu, Washington memperingatkan bahwa kapal yang membayar biaya kepada Iran untuk melintasi Selat Hormuz berpotensi dikenai sanksi, langkah yang dinilai memperketat kontrol AS atas jalur energi global.

Baca juga: Negosiasi Buntu, Trump Tolak Mentah-mentah Tawaran Damai Terbaru dari Iran!

Di Iran

Di sisi lain, media lokal Iran melaporkan sedikitnya 14 tentara tewas dalam operasi penjinakan bahan peledak di Provinsi Zanjan, wilayah barat laut negara tersebut.

Insiden ini terjadi di tengah situasi keamanan yang masih tegang akibat konflik berkepanjangan.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas