Zelenskyy: Ukraina Serang Kapal dan Armada Bayangan Rusia
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan Ukraina menyerang kapal dan armada bayangan Rusia hingga memicu kebakaran.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Febri Prasetyo
Menteri Pertahanan Sipil Swedia, Carl-Oskar Bohlin, menyebut kapal bernama Jin Hui itu diduga merupakan bagian dari “armada bayangan” Rusia dan berlayar menggunakan bendera palsu.
Kapal tersebut juga diketahui masuk dalam daftar sanksi yang diberlakukan oleh Uni Eropa, Inggris, dan Ukraina.
Intervensi dilakukan setelah muncul kecurigaan adanya pelanggaran hukum maritim serta masalah kelayakan teknis kapal untuk berlayar.
Saat ini, kapal telah ditarik ke dermaga guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Pihak berwenang memastikan penyelidikan masih berlangsung, dan hingga kini belum ada penahanan terhadap awak kapal.
Insiden ini menambah daftar tindakan tegas Swedia terhadap kapal mencurigakan di kawasan Laut Baltik.
Sebelumnya, pada 6 Maret, otoritas Swedia juga menghentikan kapal Caffa yang diduga menggunakan bendera palsu dan melanggar aturan keselamatan.
Kapten kapal tersebut, yang berkewarganegaraan Rusia, kemudian ditahan, sebelum kapal itu kembali diamankan pada 29 April.
Langkah ini mencerminkan meningkatnya kewaspadaan Swedia terhadap aktivitas maritim yang dianggap berisiko di wilayahnya, terutama yang berkaitan dengan dugaan pelanggaran hukum internasional dan sanksi global.
Serangan Rudal Rusia ke Dnipro, Asrama Mahasiswa Terdampak
Pasukan Rusia melancarkan serangan udara ke kota Dnipro pada 3 Mei siang, dengan menembakkan lima rudal berpemandu dari pesawat tempur. Menurut pejabat Angkatan Udara Ukraina, Yurii Ihnat, empat rudal berhasil ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara.
Namun, satu rudal yang mengalami gangguan tetap jatuh dan menghantam sebuah asrama mahasiswa, menyebabkan korban luka. Otoritas setempat masih mengumpulkan informasi lebih lanjut terkait dampak serangan tersebut.
Ihnat menjelaskan, dalam beberapa hari terakhir Rusia meningkatkan intensitas serangan udara, termasuk penggunaan drone dalam jumlah besar—sebagian di antaranya berfungsi sebagai umpan.
Strategi ini dinilai bertujuan menguras dan melemahkan sistem pertahanan udara Ukraina, karena sulit membedakan secara cepat antara drone palsu dan serangan nyata.
Pihak militer juga mengingatkan warga di wilayah garis depan untuk selalu waspada terhadap peringatan serangan udara, mengingat waktu respons yang sangat singkat dan risiko tetap tinggi, bahkan dari rudal yang telah dilumpuhkan, seperti diberitakan Pravda.
Latar Belakang Perang Rusia Vs Ukraina
Perang antara Rusia dan Ukraina dimulai pada 24 Februari 2022 saat Moskow melancarkan invasi militer besar-besaran. Konflik kedua negara muncul sejak runtuhnya Uni Soviet yang menjadikan Ukraina sebagai negara merdeka dengan arah politiknya sendiri.
Setelah merdeka, Ukraina semakin mendekat ke Barat dengan memperkuat hubungan bersama Uni Eropa dan Amerika Serikat. Langkah ini dipandang Moskow sebagai ancaman langsung terhadap pengaruh strategisnya di kawasan Eropa Timur.
Baca tanpa iklan