5 Populer Internasional: Proyek Kebebasan Trump di Selat Hormuz - Penembakan Massal di Oklahoma
Berita populer internasional, di antaranya AS akan memulai Proyek Kebebasan untuk mengawal kapal yang tertahan di Selat Hormuz
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Nuryanti
Ringkasan Berita:
- Amerika Serikat akan memulai Proyek Kebebasan untuk mengawal kapal yang tertahan di Selat Hormuz, sementara Iran memperingatkan akan menargetkan pasukan asing yang mendekat.
- Popularitas Presiden Donald Trump merosot tajam karena perang Iran dan krisis ekonomi yang membuat harga bensin melonjak.
- Di Oklahoma, penembakan massal di pesta Danau Arcadia menyebabkan 12 orang dilarikan ke rumah sakit dan pelaku masih buron.
TRIBUNNEWS.COM - Beragam peristiwa penting mewarnai pemberitaan dunia dalam 24 jam terakhir.
Amerika Serikat (AS) akan meluncurkan upaya untuk "membimbing" kapal-kapal yang tertahan di Selat Hormuz yang dikuasai Iran mulai Senin (4/5/2026) pagi waktu setempat.
Sementara itu, penembakan terjadi di pesta "Sunday Funday" di area perkemahan Danau Arcadia, Edmond, Oklahoma, pada Minggu (3/5/2026) malam.
Selengkapnya, berikut kompilasi berita populer Tribunnews di kanal Internasional.
1. AS Akan Mulai Kawal Kapal yang Tertahan di Selat Hormuz, Trump Sebut sebagai Proyek Kebebasan
Amerika Serikat (AS) akan meluncurkan upaya untuk "membimbing" kapal-kapal yang tertahan di Selat Hormuz yang dikuasai Iran mulai Senin (4/5/2026) pagi waktu setempat.
Langkah AS ini diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump, tanpa memberikan banyak detail tentang upaya besar-besaran yang berpotensi membantu ratusan kapal dan sekitar 20.000 pelaut.
Trump berbicara beberapa jam setelah Iran mengatakan sedang meninjau tanggapan AS terhadap proposal terbarunya untuk mengakhiri perang dan menegaskan bahwa ini bukanlah negosiasi nuklir.
Gencatan senjata yang rapuh selama tiga minggu tampaknya masih bertahan.
Trump mengatakan dalam sebuah unggahan media sosial pada Minggu (3/5/2026) bahwa negara-negara "netral dan tidak bersalah" telah terpengaruh oleh perang Iran.
"Kami telah memberi tahu negara-negara ini bahwa kami akan memandu kapal-kapal mereka dengan aman keluar dari jalur perairan terlarang ini, sehingga mereka dapat dengan bebas dan mampu melanjutkan bisnis mereka," katanya.
“Proyek Kebebasan akan dimulai pada Senin pagi di Timur Tengah," tambah Trump.
Saat ini, kata Trump, perwakilannya sedang berdiskusi dengan Iran yang dapat menghasilkan sesuatu yang “sangat positif bagi semua pihak.”
Dilansir AP News, penutupan efektif Selat Hormuz oleh Iran, yang diberlakukan setelah AS dan Israel melancarkan perang pada 28 Februari 2026, telah mengguncang pasar global.
2. Militer Iran Peringatkan Akan Menargetkan Pasukan Asing yang Mendekati Selat Hormuz
Komandan unit komando operasional tertinggi Iran memperingatkan bahwa Angkatan Bersenjata Iran akan menargetkan pasukan asing mana pun, khususnya militer AS, yang mencoba mendekati atau memasuki Selat Hormuz yang strategis.
Baca tanpa iklan