Jepang–Australia Perkuat Rantai Energi dan Keamanan Ekonomi
Jepang dan Australia sepakat perkuat kerja sama energi, pertahanan, dan rantai pasok mineral penting di tengah dinamika global yang makin kompleks
Editor:
Eko Sutriyanto
Ringkasan Berita:
- PM Jepang Sanae Takaichi dan PM Australia Anthony Albanese sepakat memperkuat kerja sama energi, pertahanan, dan keamanan ekonomi
- Deklarasi bersama menempatkan rantai pasok, khususnya mineral penting, sebagai pilar utama di tengah ketegangan global
- Kolaborasi juga mencakup siber, intelijen, dan stabilitas kawasan Indo-Pasifik
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, CANBERRA – Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi pada 4 Mei mengadakan pertemuan dengan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese di Canberra. Kedua pemimpin sepakat untuk memperkuat hubungan bilateral, terutama di bidang energi, keamanan ekonomi dan pertahanan. Usai pertemuan, keduanya merilis deklarasi bersama yang menempatkan penguatan rantai pasok (supply chain) sebagai pilar utama.
Kedua negara menyoroti meningkatnya ketegangan global, termasuk dinamika kebijakan China dan situasi di Timur Tengah. Mereka sepakat untuk memperkuat kerja sama dalam pengamanan mineral penting, energi, serta memperdalam kolaborasi pertahanan.
PM Takaichi menyatakan, “Di tengah situasi internasional yang semakin kompleks, kerja sama antar negara yang sejalan menjadi sangat penting. Australia adalah yang terdepan dalam hal ini.”
Sementara itu, PM Albanese menegaskan bahwa hubungan Jepang–Australia semakin penting di tengah kondisi ekonomi global yang menantang.
Baca juga: Perang Iran Picu Gangguan Minyak Global, Jepang dan Australia Perkuat Kerja Sama
Dalam deklarasi tersebut, rantai pasok yang tangguh—terutama terkait mineral penting seperti rare earth—ditetapkan sebagai inti keamanan ekonomi kedua negara. Keduanya juga menyampaikan kekhawatiran atas pembatasan ekspor dan tekanan ekonomi yang dilakukan China.
Di sektor energi, Jepang dan Australia sepakat memperkuat stabilitas rantai pasok produk minyak.
Dalam bidang keamanan, prioritas diberikan pada kerja sama intelijen serta perlindungan jalur transportasi laut.
Selain itu, kedua negara membentuk “kemitraan siber strategis” untuk meningkatkan berbagi informasi di bidang keamanan siber.
Dalam konferensi pers bersama, PM Takaichi juga menegaskan komitmen kedua negara dalam mewujudkan konsep Free and Open Indo-Pacific (FOIP).
Takaichi menyatakan, “Hubungan Jepang dan Australia kini dapat disebut sebagai hubungan setara sekutu kuasi.”
Di bidang pertahanan, keputusan pemerintah Australia untuk mengadopsi kapal perusak pengawal kelas Mogami milik Jepang diharapkan menjadi dasar untuk memperdalam kerja sama industri pertahanan kedua negara.
Pertemuan ini menandai babak baru dalam hubungan Jepang–Australia, dengan pendekatan yang semakin terintegrasi antara ekonomi dan keamanan.
Diskusi beasiswa dan loker di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com
Baca tanpa iklan