Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Iran Tuduh AS Tewaskan 5 Warga Sipil di Selat Hormuz, Ketegangan Energi Global Memuncak

Serangan di Selat Hormuz memicu saling tuding Iran-AS. Lima warga sipil dilaporkan tewas, ancaman krisis energi global kembali meningkat.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan

Ringkasan Berita:
  • Iran menuduh militer Amerika Serikat menewaskan lima warga sipil setelah menyerang kapal penumpang di Selat Hormuz.
  • Klaim ini bertentangan dengan pernyataan Washington yang menyebut targetnya adalah kapal militer Iran.
  • Ketegangan ini memperburuk krisis keamanan jalur energi global dan mengancam stabilitas ekonomi dunia.

 

TRIBUNNEWS.COM - Ketegangan di Selat Hormuz kembali memanas.

Terkini, Iran menuduh militer Amerika Serikat (AS) menewaskan lima warga sipil dalam serangan terhadap kapal penumpang. Insiden ini memperdalam krisis keamanan di jalur energi paling vital dunia.

Di tengah gencatan senjata yang rapuh, konflik justru menunjukkan eskalasi baru yang berbahaya.

Saling klaim antara Teheran dan Washington memperkeruh situasi.

Dunia kini dihadapkan pada ancaman nyata terhadap stabilitas energi global.

Rekomendasi Untuk Anda

Laporan ini muncul sehari setelah operasi militer Amerika Serikat di kawasan tersebut.

Iran menyebut serangan itu salah sasaran dan menargetkan warga sipil, bukan aset militer.

Iran: “AS Harus Bertanggung Jawab”

Media pemerintah Iran, IRIB, mengutip seorang komandan militer yang menyatakan bahwa serangan tersebut menghantam kapal sipil.

“Pasukan AS telah menyerang dua perahu kecil yang membawa warga sipil dari Khasab menuju Iran,” ujar sumber militer tersebut, dikutip Selasa (5/5/2026).

Ia menambahkan, “Serangan itu menghancurkan kapal dan menewaskan lima penumpang sipil. Amerika Serikat harus dimintai pertanggungjawaban atas kejahatan ini.”

Kantor berita Tasnim juga melaporkan bahwa penyelidikan dilakukan setelah klaim AS dinilai tidak sesuai fakta di lapangan.

Menurut laporan itu, tidak ada kapal militer Iran yang terkena serangan.

Al Jazeera melaporkan bahwa tuduhan Iran ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan pasca operasi militer AS di kawasan tersebut.

Baca juga: AS dan Negara Teluk Susun Resolusi PBB untuk Menekan Iran di Selat Hormuz

Amerika Serikat: Target Kapal IRGC

Di sisi lain, Komandan Komando Pusat AS, Brad Cooper, menyatakan bahwa operasi tersebut menargetkan kapal milik Iran.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas