Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Demi Perdamaian Tercapai, AS Desak Iran Setujui Tuntutan Trump soal Program Nuklir dan Selat Hormuz

Iran didesak menyetujui tuntutan Presiden AS Donald Trump tentang program nuklirnya dan setuju untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Nuryanti
Editor: Febri Prasetyo

AS diketahui meluncurkan upaya untuk "membimbing" kapal-kapal yang tertahan di Selat Hormuz yang dikuasai Iran mulai Senin (4/5/2026) pagi waktu setempat.

Langkah AS ini diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump, tanpa memberikan banyak detail tentang upaya besar-besaran yang berpotensi membantu ratusan kapal dan sekitar 20.000 pelaut.

Trump berbicara beberapa jam setelah Iran mengatakan sedang meninjau tanggapan AS terhadap proposal terbarunya untuk mengakhiri perang dan menegaskan bahwa ini bukanlah negosiasi nuklir.

Trump mengatakan dalam sebuah unggahan media sosial pada Minggu (3/5/2026) bahwa negara-negara "netral dan tidak bersalah" telah terpengaruh oleh perang Iran.

"Kami telah memberi tahu negara-negara ini bahwa kami akan memandu kapal-kapal mereka dengan aman keluar dari jalur perairan terlarang ini, sehingga mereka dapat dengan bebas dan mampu melanjutkan bisnis mereka," katanya.

“Proyek Kebebasan akan dimulai pada Senin pagi di Timur Tengah," tambah Trump.

Baca juga: Siaga Tinggi, Israel Siap Kerahkan Seluruh Armada Jet Tempur untuk Lawan Iran jika Diperlukan

TERABAS BLOKADE AS - Ilustrasi kapal-kapal tanker di Selat Hormuz. Dilaporkan, kapal berentitas Iran mampu menerabas blokade laut yang dilakukan Amerika Serikat.
TERABAS BLOKADE AS - Ilustrasi kapal-kapal tanker di Selat Hormuz. Dilaporkan, kapal berentitas Iran mampu menerabas blokade laut yang dilakukan Amerika Serikat. (HO/IST/Tangkap Layar/Khaberni)

Kapal Perusak AS Lintasi Selat Hormuz

Dua kapal perusak Angkatan Laut AS dilaporkan melintasi Selat Hormuz dan memasuki Teluk Persia, setelah berhasil menghalau gempuran Iran yang melibatkan rudal, drone, dan kapal-kapal kecil.

Rekomendasi Untuk Anda

Iran telah memperingatkan pasukan AS bahwa mereka akan diserang jika memasuki selat tersebut di tengah gencatan senjata yang rapuh antara kedua negara.

Kapal USS Truxtun dan USS Mason, yang didukung oleh helikopter Apache dan pesawat lainnya, menjadi sasaran serangkaian serangan terkoordinasi Iran selama pelayaran tersebut, lapor CBS News, mengutip pejabat pertahanan AS.

Meskipun serangannya sangat intens, dilaporkan tidak ada satu pun kapal yang terkena serangan, Senin (4/5/2026).

"Dua kapal komersial berbendera AS juga berhasil melintasi selat tersebut," kata Komando Pusat militer AS, yang merupakan bagian dari inisiatif bernama "Proyek Kebebasan," yang diumumkan Presiden AS Donald Trump.

Baca juga: AS Sebut Serangan ke Kapal Iran Tak Langgar Gencatan Senjata, Freedom di Selat Hormuz Jalan

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan pada Selasa (5/5/2026) pagi bahwa "tidak ada solusi militer untuk krisis politik."

Ia juga memperingatkan AS agar tidak meningkatkan ketegangan di Selat Hormuz, dengan menyebutkan "kemajuan" dalam perundingan perdamaian.

Ketegangan regional meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026, yang memicu pembalasan dari Teheran terhadap Israel serta sekutu AS di Teluk bersamaan dengan penutupan Selat Hormuz.

Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, tetapi pembicaraan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan yang langgeng.

Gencatan senjata tersebut kemudian diperpanjang oleh Trump tanpa batas waktu yang ditentukan.

Sejak 13 April, Amerika Serikat telah memberlakukan blokade angkatan laut yang menargetkan lalu lintas maritim Iran di Selat Hormuz.

(Tribunnews.com/Nuryanti)

Berita lain terkait Iran Vs Amerika Memanas

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas