5 Populer Internasional: AS dan Iran Hampir Mencapai Kesepakatan - Project Freedom Dihentikan
Berita populer internasional, di antaranya AS dan Iran hampir mencapai kesepakatan sementara untuk mengakhiri perang dan membuka negosiasi nuklir.
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Nuryanti
Hewan-hewan tersebut bertugas melakukan pengawasan, menemukan, dan mengambil benda-benda di laut, menurut Naval Information Warfare Center Pacific, laboratorium penelitian dan rekayasa milik Angkatan Laut AS.
4. Siaga Tinggi, Israel Siap Kerahkan Seluruh Armada Jet Tempur untuk Lawan Iran jika Diperlukan
Kepala Angkatan Udara Israel yang baru, Mayor Jenderal Omer Tischler, mengatakan negara itu siap mengerahkan seluruh armada jet tempurnya melawan Iran jika diperlukan.
Pernyataan Mayor Jenderal Omer Tischler disampaikan beberapa minggu setelah gencatan senjata yang rapuh dalam perang Timur Tengah, yang meletus ketika Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir Februari 2026.
Lahir pada tahun 1975 di Israel utara, Mayor Jenderal Omer Tischler adalah seorang penerbang karier yang naik pangkat sebagai pilot tempur dan komandan.
“Kami memantau dengan cermat perkembangan di Iran dan siap mengerahkan seluruh angkatan udara ke arah timur jika diperlukan,” kata Tischler pada upacara di mana ia mengambil alih komando dari pendahulunya, Mayor Jenderal Tomer Bar, Selasa (5/5/2026), dilansir Al Arabiya.
“Angkatan udara akan terus bertindak dengan tekad, kekuatan, dan tanggung jawab terhadap ancaman di setiap arena, di setiap tahap, dan terhadap setiap musuh," jelasnya.
Berbicara pada upacara yang sama, Kepala Militer Israel, Letnan Jenderal Eyal Zamir, mengatakan negara itu tetap “siaga tinggi di semua lini.”
Ia mengatakan militer “siap untuk menanggapi dengan kekuatan terhadap setiap upaya untuk membahayakan Israel.”
Sejak serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023, angkatan udara Israel telah melakukan kampanye udara yang ekstensif dan berkelanjutan di berbagai front, khususnya di Gaza, Lebanon, dan Iran.
5. Trump Hentikan Sementara 'Project Freedom' AS di Selat Hormuz
Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada hari Selasa mengumumkan militer AS akan menangguhkan sementara "Project of Freedom" atau “Proyek Kebebasan” yang sebelumnya diluncurkan untuk memastikan kembali kebebasan navigasi bagi kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.
Trump menyebut keputusan tersebut diambil atas permintaan Pakistan dan sejumlah negara lain, sekaligus menyoroti apa yang ia klaim sebagai “kesuksesan militer yang luar biasa” dalam serangan AS terhadap Iran.
“Berdasarkan permintaan Pakistan dan negara-negara lain, keberhasilan militer luar biasa yang telah kita raih selama kampanye melawan negara Iran dan, selain itu, fakta bahwa kemajuan besar telah dicapai menuju kesepakatan lengkap dan final dengan perwakilan Iran, kita telah sepakat bersama bahwa, sementara blokade akan tetap berlaku sepenuhnya," tulisnya di platform Truth Social miliknya, Selasa (5/5/2026).
"Proyek Kebebasan (Pergerakan Kapal melalui Selat Hormuz) akan dihentikan sementara untuk jangka waktu singkat untuk melihat apakah kesepakatan tersebut dapat diselesaikan dan ditandatangani,” lanjutnya.
Proyek Kebebasan
Sebelumnya, pada hari Minggu kemarin, Trump mengumumkan “Proyek Kebebasan”, sebuah inisiatif yang berkomitmen mengawal kapal-kapal dagang melalui Selat Hormuz meskipun Iran menegaskan setiap pelayaran di jalur strategis tersebut harus mendapatkan izin dari Teheran terlebih dahulu, seperti diberitakan Anadolu Agency.
Di sisi lain, Iran pada hari Selasa juga mengumumkan mekanisme baru untuk mengatur transit kapal di Selat Hormuz di tengah kebuntuan yang masih berlangsung dengan Washington.
Melalui sistem tersebut, kapal-kapal yang hendak melintasi selat akan menerima pemberitahuan melalui email dari alamat yang dikaitkan dengan Otoritas Selat Teluk Persia (PGSA) berisi aturan transit.
(Tribunnews.com)
Baca tanpa iklan