Sinyal Damai Muncul, Iran Dilaporkan Tinjau MoU Perdamaian dengan AS meski Banyak yang Skeptis
Isu perdamaian di Timur Tengah kembali terdengar setelah Iran meninjau MoU perdamaian dengan Amerika Serikat (AS).
Penulis:
Whiesa Daniswara
Editor:
Nuryanti
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menegaskan bahwa negaranya tidak akan sudi menandatangani dokumen apa pun kecuali kesepakatan tersebut bersifat "adil dan komprehensif".
Pernyataan tegas ini muncul usai Araghchi melakukan pertemuan tertutup dengan diplomat senior China, Wang Yi, pada Rabu (6/5/2026).
"Kami akan berjuang habis-habisan untuk melindungi hak dan kepentingan sah kami," tegas Araghchi, mengutip Reuters.
Sementara Anggota Parlemen Iran, Ebrahim Rezaei menggambarkan MoU tersebut sebagai daftar keinginan Amerika.
Lalu Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf malah terlihat "mengejek" laporan yang mengindikasikan kedua negara telah dekat.
Baca juga: Trump Klaim Iran Setuju Stop Program Nuklir saat Teheran Masih Kaji Proposal AS
Dalam media sosialnya, Ghalibaf menyebut "Operasi Trust Bro telah gagal".
Ghalibaf mengatakan laporan tersebut hanyalah upaya propaganda AS setelah kegagalannya membuka Selat Hormuz untuk lalu lintas pelayaran.
(Tribunnews.com/Whiesa)
Baca tanpa iklan