Vatikan dan Gedung Putih Bersitegang soal Perang Iran, Rubio akan Temui Paus Leo XIV
Presiden AS Donald Trump terus serang Paus Leo XIV soal Iran jelang kunjungan Marco Rubio ke Vatikan pekan ini.
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Garudea Prabawati
Ringkasan Berita:
- Hubungan Gedung Putih dan Vatikan memanas setelah Paus Leo XIV menolak perang AS terhadap Iran dan menyerukan perdamaian.
- Presiden AS, Donald Trump membalas dengan kritik keras terhadap Paus pertama asal Amerika Serikat itu.
- Di tengah ketegangan tersebut, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dijadwalkan bertemu Paus Leo XIV di Vatikan.
TRIBUNNEWS.COM - Hubungan antara Gedung Putih dan Vatikan memanas di tengah perang Iran yang terus mengguncang geopolitik global.
Ketegangan terbaru muncul setelah Paus Leo XIV secara terbuka menolak perang yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran serta menyerukan penyelesaian damai.
Sikap tersebut memicu kemarahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang beberapa kali melontarkan kritik keras terhadap Paus pertama asal AS dalam sejarah Gereja Katolik itu.
CNN melaporkan, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dijadwalkan bertemu Paus Leo XIV di Vatikan pada Kamis (7/5/2026), di tengah salah satu periode hubungan paling tegang antara Washington dan Takhta Suci dalam beberapa tahun terakhir.
Pertemuan tersebut disebut akan membahas berbagai isu internasional, termasuk perang Iran, konflik Timur Tengah, Kuba, hingga kebebasan beragama.
Rubio membantah bahwa kunjungannya bertujuan khusus untuk memperbaiki hubungan antara Trump dan Vatikan.
“Perjalanan ini sebenarnya sudah direncanakan sejak lama,” kata Rubio.
Meski begitu, ia mengakui bahwa “ada banyak hal yang perlu dibicarakan dengan Vatikan”.
BBC melaporkan, konflik mulai memanas setelah Paus Leo XIV berulang kali menyerukan perdamaian dan mengecam perang di Timur Tengah.
“Sebagai seorang gembala, saya tidak dapat mendukung perang,” kata Paus Leo dalam pernyataan sebelumnya.
Ia juga meminta semua pihak mencari solusi melalui budaya perdamaian, bukan kebencian dan perpecahan.
Baca juga: Paus Leo Kecam “Tirani” Perang, Sindir Eksploitasi Atas Nama Agama
Sikap anti-perang Paus itu justru memancing reaksi keras dari Trump.
Dalam wawancara dengan pembawa acara radio konservatif Hugh Hewitt, Trump menuduh Paus membahayakan banyak umat Katolik karena dianggap mendukung Iran memiliki senjata nuklir.
Padahal, Paus Leo tidak pernah menyatakan dukungan terhadap kepemilikan senjata nuklir oleh Iran.
Baca tanpa iklan