Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Malaysia Ogah Jual Stok BBM dari Selat Hormuz ke Sesama Negara ASEAN

Menteri Investasi Malaysia menegaskan bahwa negaranya tidak akan menjual pasokan minyak negaranya kepada sesama anggota ASEAN lainnya

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Bobby W
Editor: Nuryanti
zoom-in Malaysia Ogah Jual Stok BBM dari Selat Hormuz ke Sesama Negara ASEAN
Akun Facebook Resmi petronas
KAPAL MINYAK PETRONAS - Unggahan Petronas pada Sabtu (18/4/2026) terkait kedatangan kapal tanker dari Selat Hormuz 

Ringkasan Berita:
  • Menteri Investasi Malaysia menegaskan tidak akan menjual stok minyak ke sesama negara ASEAN 
  • Keengganan Malaysia didasarkan pada status sebagai importir bersih (net oil importer)
  • Stok BBM di Malaysia sendiri terbilang cukup aman setelah Kapal tanker Ocean Thunder yang sempat tertahan di Selat Hormuz telah berhasil bersandar di Malaysia dengan membawa satu juta barel minyak mentah dari Irak
  • Petronas menjamin stok BBM Malaysia mencukupi kebutuhan masyarakat hingga akhir Juni 2026

 

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia, Datuk Seri Johari Abdul Ghani, menegaskan bahwa negaranya tidak akan menjual pasokan minyak negaranya kepada sesama anggota ASEAN lainnya.

Hal ini menjadi sorotan mengingat beberapa waktu lalu kapal tanker milik Petronas yang sempat tertahan di Selat Hormuz berhasil kembali ke Malaysia dengan membawa 1 juta barel minyak mentah.

Adapun kebijakan untuk tidak menjual stok BBM ke sesama negara ASEAN ini dikarenakan Malaysia masih harus mengimpor minyak mentah dalam jumlah yang besar setiap harinya.

Meski beruntung memiliki status sebagai salah satu negara penghasil minyak, Johari menjelaskan bahwa pada dasarnya Malaysia masih dianggap sebagai importir bersih atau net oil importer.

Melansir dari Bernama, Malaysia diketahui harus mendatangkan sekitar 400.000 barel minyak per hari untuk memenuhi kebutuhan domestiknya.

Rekomendasi Untuk Anda

"Karena kami masih mengimpor sekitar 400.000 barel sehari, kami tidak dapat menjual," ungkap Johari kepada wartawan saat ditanya apakah ada negara ASEAN yang mendekati Malaysia untuk membeli minyak di tengah krisis pasokan global saat ini.

Pernyataan tersebut disampaikannya usai menghadiri Pertemuan Dewan Masyarakat Ekonomi ASEAN ke-27 serta Pertemuan Bersama Menteri Luar Negeri dan Ekonomi ASEAN.

Meski berstatus sebagai importir untuk minyak mentah, Johari mencatat bahwa untuk komoditas gas alam cair (LNG), Malaysia masih merupakan eksportir bersih.

"Surplus yang kami miliki dari LNG dapat membantu meredam defisit minyak mentah," jelasnya.

kapal malaysia  f
kapal malaysia f (Tribunnews.com/Foto tangkapan layar)

Lebih lanjut, Johari memberikan jaminan bahwa pemerintah Malaysia saat ini masih mampu mempertahankan harga bensin RON95 di angka RM 1,99 per liter atau sekitar Rp 8.846,57.

Ia menambahkan bahwa meskipun Malaysia ikut terdampak oleh konflik Timur Tengah yang sedang berlangsung, imbas dari situasi tersebut sejauh ini masih dalam batas yang dapat dikendalikan.

"Kami berharap perang tersebut dapat diselesaikan dengan cepat, tetapi tidak ada yang bisa mengatakan kapan," pungkas Johari.

Baca juga: Media Malaysia Soroti Indonesia Borong Drone Tempur dari Turki: RI Beralih ke Teknologi Siluman

Stok BBM dari Selat Hormuz

Kekhawatiran mengenai stok BBM Malaysia sebelumnya telah teratasi menyusul pengumuman dari Petroliam Nasional Bhd (Petronas) terkait kedatangan kapal tanker mereka yang sempat terperangkap di Selat Hormuz akibat konflik di Iran

Hal tersebut dikonfirmasi pada 18 April 2026 melalui pernyataan Petronas yang mengonfirmasi bahwa kapal tanker Ocean Thunder telah berhasil bersandar di pelabuhan Malaysia.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas