Media Iran Tuduh UAE Tembaki Dermaga Pulau Qeshm, Sebut Jadi Alat Zionis
Iran tuduh UEA menembaki Dermaga Bahman di Pulau Qeshm pada hari yang sama dengan serangan AS terhadap kapal tanker minyak Iran di dekat Selat Hormuz.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Garudea Prabawati
Ringkasan Berita:
- Iran menuduh Uni Emirat Arab terlibat dalam serangan terhadap Dermaga Bahman di Qeshm menggunakan drone atau jet tempur pada Kamis.
- Tuduhan itu muncul pada hari yang sama ketika AS mengonfirmasi serangan terhadap pelabuhan Qeshm dan Bandar Abbas, meski Washington menyebut operasi tersebut bukan dimulainya kembali perang.
- UEA belum menanggapi tuduhan Iran dan Israel menyebut tidak terlibat dalam serangan AS.
TRIBUNNEWS.COM - Situasi di Iran selatan memanas setelah serangkaian ledakan dan baku tembak dilaporkan terjadi di Pulau Qeshm dan Bandar Abbas pada Kamis (7/5/2026) malam.
Media-media Iran menyebut angkatan bersenjata Iran terlibat bentrokan dengan “musuh” di sekitar Selat Hormuz, dan menuduh Uni Emirat Arab (UEA) berada di balik serangan terhadap wilayah strategis tersebut.
Kantor berita Tasnim melaporkan bahwa sistem pertahanan udara Iran berhasil mencegat dua drone “musuh” di Bandar Abbas.
Ledakan yang terdengar di wilayah pelabuhan disebut terkait operasi pencegahan oleh pertahanan udara Iran dan berbeda dengan ledakan yang terjadi di Dermaga Bahman di Pulau Qeshm.
Sementara itu, kantor berita Mehr menyatakan bahwa dua pesawat musuh ditembak jatuh di langit Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, namun tidak dijelaskan jenis pesawat yang dimaksud.
Media Iran juga melaporkan bahwa bagian komersial Dermaga Bahman mengalami kerusakan akibat serangan yang disebut berasal dari luar negeri.
Kantor Berita Fars mengutip seorang pejabat militer senior Iran yang mengatakan bahwa insiden tersebut terjadi setelah militer AS menyerang kapal tanker minyak Iran di sekitar Selat Hormuz.
“Setelah agresi militer AS terhadap kapal tanker minyak Iran, unit-unit musuh di Selat Hormuz menjadi sasaran rudal Iran. Setelah mengalami kerusakan, mereka terpaksa melarikan diri,” ujar pejabat tersebut.
Di tengah situasi yang semakin tegang, sejumlah media Iran mulai menuding Uni Emirat Arab sebagai pihak yang melakukan serangan terhadap Dermaga Bahman.
Fars melaporkan adanya sumber Israel yang mengklaim bahwa jet tempur UEA melakukan pemboman terhadap dermaga di Qeshm. Media Iran juga menyebut sumber tersebut membantah keterlibatan Israel dalam operasi itu.
Baca juga: AS Langgar Gencatan Senjata di Selat Hormuz, Iran Pukul Mundur Kapal AS ke Teluk Oman
Tasnim bahkan menyatakan bahwa dua drone yang menyerang dermaga diduga berasal dari UEA.
“Sumber-sumber mengindikasikan tindakan permusuhan oleh pemerintah UEA, yang bertindak sebagai alat di tangan entitas Zionis. Jika ini benar, UEA akan membayar harga yang mahal atas tindakan permusuhan ini,” tulis laporan tersebut.
Meski demikian, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Uni Emirat Arab. Kantor berita resmi UEA, WAM, belum mengeluarkan pernyataan terkait tuduhan tersebut maupun laporan mengenai serangan udara di Iran selatan.
Laporan lain menyebut sedikitnya enam ledakan terdengar di wilayah Sirik, Provinsi Hormozgan, dengan selang waktu sekitar 40 detik.
Namun, media Noor News menyatakan suara ledakan di Sirik berkaitan dengan peringatan dari Angkatan Laut Garda Revolusi Iran (IRGC) terhadap kapal-kapal yang diduga melakukan pelayaran ilegal di sekitar Selat Hormuz.
Baca tanpa iklan