Prabowo di Hadapan Pemimpin ASEAN: Kita Tidak Boleh Terpengaruh Persaingan Geopolitik
Prabowo meminta agar seluruh negara ASEAN terus mengedepankan perdamaian dan kerja sama kawasan di tengah tantangan global yang semakin meningkat
Penulis:
Igman Ibrahim
Editor:
Muhammad Zulfikar
Ringkasan Berita:
- Presiden RI Prabowo Subianto mengingatkan para pemimpin negara ASEAN untuk tidak terpengaruh oleh persaingan geopolitik dunia saat ini.
- Ia menegaskan bahwa ASEAN harus menjaga independensi dan tidak terpengaruh oleh rivalitas geopolitik global yang dapat memecah persatuan kawasan.
- Prabowo meminta agar seluruh negara ASEAN terus mengedepankan perdamaian dan kerja sama kawasan di tengah tantangan global yang semakin meningkat.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden RI Prabowo Subianto mengingatkan para pemimpin negara ASEAN untuk tidak terpengaruh oleh persaingan geopolitik dunia saat ini.
Ia menegaskan bahwa ASEAN harus menjaga independensi dan tidak terpengaruh oleh rivalitas geopolitik global yang dapat memecah persatuan kawasan.
Baca juga: Tarian Khas, Pasukan Jajar Kehormatan hingga Maung Putih Warnai Kedatangan Prabowo di Filipina
"Sekali lagi, kita tidak boleh terbawa dan tidak boleh terpengaruh oleh arus persaingan geopolitik dan ego saat ini," kata Prabowo dalam KTT ke-48 ASEAN di Mactan Expo, Cebu, Filipina, Jumat (8/5/2026).
Prabowo meminta agar seluruh negara ASEAN terus mengedepankan perdamaian dan kerja sama kawasan di tengah tantangan global yang semakin meningkat.
Baca juga: Buka KTT ASEAN yang Dihadiri Prabowo, Marcos Jr Dorong Perkuat Kerja Sama Kawasan
Mantan Menteri Pertahanan itu mengatakan ASEAN harus mampu menjadi contoh kawasan yang stabil serta menjunjung tinggi perdamaian dunia.
"ASEAN harus benar-benar menjadi zona perdamaian,” ucapnya.
Lebih lanjut, Prabowo mengingatkan ASEAN harus tetap menjadi jangkar stabilitas kawasan di tengah meningkatnya dinamika geopolitik global. Selain itu, ASEN juga harus menguatkan solidaritas dan kerja sama antarnegara.
Prabowo mengatakan bahwa konflik geopolitik hanya akan membawa dampak buruk bagi masyarakat dan menghambat pembangunan kawasan.
Baca juga: Di KTT ASEAN, Prabowo Sebut Masalah Energi Sangat Mendesak
"Kita tidak boleh membiarkan persaingan. Kita tidak boleh membiarkan masa lalu kita menentukan masa kini dan masa depan kita. Indonesia bertekad untuk membangun kebijakan bertetangga yang baik," pungkasnya.
Baca tanpa iklan