Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Trump Ancam Proyek Kebebasan Lanjut jika Kesepakatan dengan Iran Tak Tercapai: Project Freedom Plus

Donald Trump mengancam untuk menghidupkan kembali dan memperluas operasi "Proyek Kebebasan" yang sempat dihentikan.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Trump Ancam Proyek Kebebasan Lanjut jika Kesepakatan dengan Iran Tak Tercapai: Project Freedom Plus
Tangkapan layar YouTube Firstpost
DONALD TRUMP - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump memberikan pengumuman di Ruang Oval pada Selasa (31/3/2026). Donald Trump mengancam untuk menghidupkan kembali dan memperluas operasi "Proyek Kebebasan" yang sempat dihentikan. 

Ringkasan Berita:
  • Donald Trump mengancam untuk menghidupkan kembali dan memperluas operasi "Proyek Kebebasan" yang sempat dihentikan.
  • Trump sebelumnya mengumumkan militer AS akan menghentikan sementara "Proyek Kebebasan".
  • Trump menjelaskan bahwa Pakistan, yang menjadi mediator dalam pembicaraan antara Washington dan Teheran, meminta AS untuk tidak melanjutkan operasi militer.

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan bahwa AS mungkin akan meningkatkan postur militernya di Selat Hormuz jika kesepakatan dengan Iran tidak diselesaikan.

Donald Trump mengancam untuk menghidupkan kembali dan memperluas operasi "Proyek Kebebasan" yang sempat dihentikan.

Ketegangan regional meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026, yang memicu pembalasan dari Teheran terhadap Israel serta sekutu AS di Teluk, bersamaan dengan penutupan Selat Hormuz.

Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April 2026 melalui mediasi Pakistan, tetapi pembicaraan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan yang langgeng.

Gencatan senjata tersebut kemudian diperpanjang oleh Trump tanpa batas waktu yang ditentukan.

Sejak 13 April 2026, AS telah memberlakukan blokade angkatan laut yang menargetkan lalu lintas maritim Iran di jalur perairan tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

Pada Selasa (5/5/2026), Trump mengumumkan militer AS akan menghentikan sementara "Proyek Kebebasan" untuk memulihkan kebebasan navigasi bagi pelayaran komersial melalui Selat Hormuz dan mengatakan bahwa blokade Amerika akan tetap "berlaku sepenuhnya."

"Kita akan menempuh jalur yang berbeda jika semuanya tidak ditandatangani dan diselesaikan," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih, Jumat (8/5/2026), dilansir Anadolu Agency.

Ketika ditanya apakah AS akan kembali ke "Proyek Kebebasan," Trump menjawab, "Saya rasa tidak," tetapi menambahkan bahwa mereka "mungkin akan melakukannya."

Trump menjelaskan bahwa Pakistan, yang menjadi mediator dalam pembicaraan antara Washington dan Teheran, meminta AS untuk tidak melanjutkan operasi militer.

"Kita mungkin akan kembali ke Proyek Freedom jika situasinya tidak membaik," katanya.

"Akan menjadi Proyek Freedom Plus, artinya Proyek Freedom ditambah hal-hal lain," ujarnya tanpa menjelaskan lebih lanjut tentang langkah-langkah tambahan apa yang akan dilakukan dalam operasi yang diperluas tersebut.

Baca juga: Embargo Laut AS ke Iran Makin Keras, Krisis Ekonomi Mulai Terlihat Nyata

AS Harapkan Tanggapan Iran

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mengatakan Washington mengharapkan tanggapan dari Iran pada hari Jumat terkait usulan AS untuk kesepakatan guna mengakhiri konflik tersebut.

“Kami mengharapkan tanggapan dari mereka hari ini (Jumat waktu setempat). Saya harap itu tawaran yang serius, sungguh,” kata Rubio kepada wartawan saat kunjungannya ke Roma, Jumat, dikutip dari Al Arabiya.

“Harapannya, ini bisa menjadi sesuatu yang mengantarkan kita ke proses negosiasi yang serius,” jelasnya.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas