Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Meski Tak Tampil di Publik, Intelijen AS Yakin Mojtaba Khamenei Terlibat dalam Strategi Perang Iran

Khamenei diyakini terlibat dalam strategi perang Iran meskipun tetap tidak tampil di depan publik setelah mengalami cedera selama perang.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Nuryanti

Ringkasan Berita:
  • Mojtaba Khamenei diyakini terlibat dalam membentuk strategi perang Iran.
  • Khamenei juga diyakini terlibat terkait negosiasi Iran dengan AS.
  • Khamenei diyakini terlibat meskipun tetap tidak tampil di depan publik setelah mengalami cedera selama perang.

TRIBUNNEWS.COM - Badan intelijen Amerika Serikat (AS) meyakini bahwa Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, terlibat dalam membentuk strategi perang Teheran dan negosiasi dengan Washington.

Diberitakan Anadolu Agency, Mojtaba Khamenei diyakini terlibat meskipun tetap tidak tampil di depan publik setelah mengalami cedera selama perang.

Sumber-sumber yang mengetahui penilaian intelijen AS, mengatakan bahwa masih ada ketidakpastian mengenai seberapa besar otoritas yang saat ini dijalankan Khamenei dalam struktur kepemimpinan Iran setelah serangan dalam perang tersebut menewaskan beberapa pejabat senior, termasuk ayahnya yakni Ali Khamenei.

Para pejabat AS dilaporkan meyakini bahwa Mojtaba Khamenei terus berkomunikasi melalui kurir tepercaya dan kontak langsung saat pulih dari cedera yang meliputi luka bakar dan luka akibat pecahan peluru.

Sementara itu, para pejabat Iran bersikeras bahwa Mojtaba Khamenei pulih dengan baik.

Mazaher Hosseini, kepala protokol di kantor pemimpin tertinggi, mengatakan pada Jumat (8/5/2026) bahwa kondisi Khamenei telah membaik dan menepis spekulasi seputar kesehatannya.

Rekomendasi Untuk Anda

Laporan juga menyebutkan bahwa penilaian intelijen AS menemukan kemampuan militer Iran telah melemah tetapi tidak sepenuhnya hilang akibat serangan Amerika, dengan banyak peluncur rudal yang masih beroperasi.

Ditambahkan pula bahwa anggota senior Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf diyakini menangani sebagian besar operasi harian pemerintah, sementara upaya diplomatik dengan pemerintahan Trump terus berlanjut.

Trump Tegaskan Gencatan Senjata Masih Berlaku

Pasukan AS dan Iran bentrok di Teluk, dan Uni Emirat Arab (UEA) kembali diserang, membahayakan gencatan senjata yang telah berlangsung selama sebulan dan mengguncang harapan akan solusi diplomatik untuk krisis tersebut.

Peningkatan intensitas pertempuran terjadi ketika Washington menunggu tanggapan dari Teheran atas proposalnya untuk mengakhiri konflik, yang dimulai dengan serangan udara gabungan AS-Israel di seluruh Iran pada 28 Februari 2026.

Baca juga: Trump Ancam Proyek Kebebasan Lanjut jika Kesepakatan dengan Iran Tak Tercapai: Project Freedom Plus

Presiden AS Donald Trump mengatakan tiga kapal perusak Angkatan Laut AS diserang saat mereka melintasi selat tersebut, jalur bagi sekitar seperlima aliran minyak dan gas alam cair dunia yang hampir sepenuhnya ditutup oleh Iran sejak konflik dimulai.

“Tiga kapal perusak Amerika kelas dunia baru saja berhasil melewati Selat Hormuz, di bawah tembakan musuh."

"Tidak ada kerusakan pada ketiga kapal perusak tersebut, tetapi kerusakan besar dialami oleh penyerang Iran,” ungkap Trump di Truth Social, Kamis (7/5/2026).

Trump kemudian mengatakan kepada wartawan bahwa gencatan senjata masih berlaku dan berusaha untuk mengecilkan insiden tersebut.

“Mereka mempermainkan kita hari ini. Kita menghancurkan mereka,” kata Trump di Washington.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas