Konflik India dan Pakistan Tahun 2025, Evolusi Perang Udara Modern Disorot
Operasi Sindoor India itu berkembang menjadi salah satu pertempuran udara terbesar yang melibatkan jet tempur generasi keempat.
Editor:
Wahyu Aji
Pakistan kemudian melanjutkan tekanan melalui Operasi Bunyan-un-Marsoos pada 10 Mei dengan menyerang 26 lokasi di India, termasuk klaim kerusakan terhadap sistem pertahanan udara S-400 dan depot rudal BrahMos menggunakan jet JF-17 dan amunisi jelajah.
Namun laporan tersebut menilai keberhasilan taktis Pakistan belum mengubah situasi strategis secara keseluruhan.
Pada periode 8 hingga 10 Mei, Angkatan Udara India meningkatkan operasi penindasan pertahanan udara musuh atau SEAD/DEAD dengan menyerang radar Pakistan di Lahore dan pangkalan udara seperti Nur Khan, Rafiqui, dan Bholari.
Citra satelit disebut mengonfirmasi kerusakan hanggar yang menampung pesawat peringatan dini Saab 2000 Erieye serta kerusakan landasan pacu di Mushaf dan Rahim Yar Khan yang mengganggu operasi Angkatan Udara Pakistan.
Seruan Gencatan Senjata
India juga mengandalkan sistem pertahanan berlapis seperti S-400 dan jaringan terintegrasi Akashteer untuk menghadapi serangan Pakistan.
Lebih dari 600 drone Pakistan disebut berhasil dicegat dalam satu serangan besar, sementara rudal BrahMos dan SCALP-EG yang diluncurkan dari Su-30MKI dan Rafale menghantam sejumlah pusat komando Pakistan tanpa melewati ambang batas nuklir.
Pada jam ke-88 konflik, laporan tersebut menyebut Angkatan Udara India telah memiliki kebebasan untuk melakukan serangan jarak jauh, sementara operasi balasan Pakistan mulai melemah.
Islamabad akhirnya meminta gencatan senjata pada 10 Mei melalui jalur komunikasi langsung DGMO.
Analis Carnegie Endowment menilai India menunjukkan dominasi militer yang dibangun melalui jaringan ISR berkelanjutan dan kemampuan serangan presisi jarak jauh.
Sebaliknya, respons Pakistan berupa serangan siber, rudal, dan drone disebut hanya menimbulkan dampak terbatas.
Penilaian AS juga menyebut pertahanan udara India sebagian besar tetap utuh dan Pakistan gagal mempertahankan tekanan operasional.
Gencatan senjata kemudian tercapai melalui mediasi bilateral dengan fasilitasi AS, termasuk Wakil Presiden JD Vance dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio.
Gagal Memanfaatkan Momentum
Korban jiwa di kedua pihak mencerminkan intensitas konflik tersebut.
Pakistan melaporkan 40 warga sipil dan 13 personel militer tewas akibat serangan India, sementara India mencatat 21 warga sipil dan delapan personel keamanan tewas, sebagian besar akibat serangan artileri.
Laporan itu menilai Pakistan salah menghitung dinamika eskalasi dalam peperangan modern.
Baca tanpa iklan