Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Iran Tak Mau Tunduk pada Musuh usai Trump Tolak Tawarannya

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan negaranya tidak akan tunduk pada musuh setelah Presiden AS Donald Trump menolak proposal balasannya.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Iran Tak Mau Tunduk pada Musuh usai Trump Tolak Tawarannya
Kremlin
PRESIDEN IRAN - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menemui Presiden Rusia, Vladimir Putin (tidak terlihat dalam foto) di sela-sela KTT BRICS di Kazan pada 23 Oktober 2024. Pada Minggu, 10 Mei 2026, Pezeshkian menegaskan bahwa Iran tidak akan tunduk pada musuh setelah Presiden AS Trump menolak proposal balasan Iran untuk mengakhiri perang. 

Ringkasan Berita:
  • Iran menegaskan tidak akan tunduk kepada “musuh” setelah Presiden AS Donald Trump menolak proposal perdamaian Teheran.
  • Iran menolak tuntutan AS soal pembongkaran fasilitas nuklir dan penghentian total pengayaan uranium. 
  • Sementara itu, Inggris dan negara lain berupaya "mengamankan" Selat Hormuz, yang memicu peringatan Teheran agar tidak ada kapal perang asing yang memasuki jalur maritim tersebut.

TRIBUNNEWS.COM - Iran menegaskan tidak akan tunduk kepada “musuh” setelah Amerika Serikat (AS) menolak proposal balasan Teheran terkait upaya perdamaian untuk mengakhiri perang yang berlangsung sejak 28 Februari lalu.

Penolakan tersebut kembali memperburuk ketegangan antara Washington, Israel, dan Iran yang hingga kini masih terlibat konflik terbuka meski gencatan senjata sementara diberlakukan.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan sikap keras negaranya melalui media sosial X.

“Kami tidak akan pernah tunduk kepada musuh, dan jika ada pembicaraan tentang dialog atau negosiasi, itu tidak berarti menyerah atau mundur, melainkan tujuannya adalah untuk mengamankan hak-hak bangsa Iran dan membela kepentingan nasional dengan kuat,” tulisnya, Minggu (10/5/2026).

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menolak proposal perdamaian yang dikirim Iran melalui Pakistan.

Trump menyebut tanggapan Teheran terhadap proposal Washington sebagai sesuatu yang “sama sekali tidak dapat diterima.”

Rekomendasi Untuk Anda

Juru bicara Angkatan Darat Iran Mohammad Akraminia memperingatkan Iran memiliki “opsi-opsi mengejutkan” jika musuh kembali melakukan kesalahan perhitungan.

Ia menegaskan konflik di masa depan dapat meluas ke wilayah yang “belum pernah diperkirakan musuh.”

Di tengah situasi tersebut, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan perang melawan Iran belum berakhir.

Netanyahu mengatakan Israel dan AS masih berupaya menghentikan program nuklir Iran serta pengaruh Teheran di kawasan Timur Tengah.

Baca juga: Perang Iran Belum Berakhir, Israel Mau Teheran Bongkar Fasilitas Nuklir

Rincian Tuntutan Iran

Menurut laporan Wall Street Journal, Iran menolak tuntutan utama AS terkait program nuklirnya, termasuk pembongkaran fasilitas nuklir dan penyerahan penuh stok uranium yang diperkaya tinggi.

Sebagai gantinya, Iran mengusulkan negosiasi terpisah dan menawarkan untuk mengurangi sebagian uranium yang diperkaya serta memindahkan sisanya ke negara ketiga.

Namun Teheran meminta uranium itu dikembalikan jika AS keluar dari kesepakatan di kemudian hari.

Iran juga disebut hanya bersedia menghentikan sementara pengayaan uranium untuk periode yang lebih pendek dibanding tuntutan Amerika Serikat yang meminta moratorium selama 20 tahun.

Selain itu, Teheran menolak menutup fasilitas nuklirnya dan meminta Washington mengakhiri blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sebagai syarat pembukaan kembali Selat Hormuz untuk pelayaran internasional.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas