Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Evakuasi MV Hondius Kelar, Kapal Klaster Hantavirus Dipulangkan ke Belanda

Setelah proses evakuasi di Spanyol dinyatakan rampung, kapal MV Hondius kemudian dipulangkan ke kampung halamannya di Rotterdam, Belanda

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Bobby W
Editor: Salma Fenty

Tercatat ada enam penumpang yang semula dijadwalkan terbang ke Australia, namun akhirnya memutuskan ikut dalam penerbangan menuju Belanda.

Setelah operasi di Pelabuhan Granadila selesai, otoritas Spanyol segera melakukan disinfeksi menyeluruh di area pelabuhan yang digunakan selama proses evakuasi.

Latar Belakang Wabah Hantavirus di MV Hondius

MV Hondius merupakan kapal ekspedisi mewah berbendera Belanda milik Oceanwide Expeditions.

Kapal ini berangkat dari Ushuaia, Argentina, pada 1 April 2026 dengan membawa 114 penumpang dan 61 awak untuk ekspedisi di wilayah Atlantik Selatan.

Wabah hantavirus jenis strain Andes sendiri mulai terdeteksi setelah seorang penumpang meninggal dunia di Saint Helena pada 11 April 2026.

Secara total, wabah ini merenggut tiga nyawa, dengan total kasus terkonfirmasi dan suspek mencapai delapan orang.

Meskipun umumnya ditularkan melalui tikus, strain Andes dikenal unik karena kemampuannya menular antarmanusia melalui kontak dekat.

Rekomendasi Untuk Anda

Hipotesis medis menunjukkan adanya penumpang yang terinfeksi saat berada di daratan Argentina sebelum naik ke kapal, yang kemudian memicu penularan di dalam kabin.

Respons Internasional

Baca juga: Cara Penularan Hantavirus Menurut WHO: Waspadai Partikel Debu yang Terkontaminasi

Evakuasi besar-besaran dimulai pada 10 Mei 2026 setibanya kapal di Tenerife. 

Spanyol bertindak sebagai koordinator utama atas permintaan WHO dan Uni Eropa.

Sebanyak 150 orang dipulangkan ke negara masing-masing menggunakan pesawat militer dan charter khusus dengan protokol isolasi yang sangat ketat.

Hingga saat ini, otoritas kesehatan di berbagai negara masih terus memantau para penumpang yang kembali selama masa inkubasi.

Operasi ini pun menjadi salah satu respons kesehatan maritim internasional paling kompleks dalam beberapa tahun terakhir.

(Tribunnews.com/Bobby)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas