Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sebut 'Dokumen Sampah', Donald Trump Tolak Mentah-Mentah Proposal Damai Perang AS-Iran

Presiden AS Donald Trump mengecam proposal damai Iran sebagai “dokumen sampah” dan menyebut gencatan senjata kini kritis.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan

Ringkasan Berita:
  • Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak proposal terbaru Iran terkait penghentian perang dan menyebut dokumen tersebut sebagai “sampah”.
  • Trump menilai gencatan senjata antara Washington dan Teheran kini berada dalam “kondisi kritis” setelah negosiasi kembali menemui jalan buntu.
  • Ketegangan ini memicu kekhawatiran baru terhadap keamanan Selat Hormuz dan ancaman konflik berkepanjangan di Timur Tengah.

 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump kembali melontarkan pernyataan keras terhadap Iran di tengah mandeknya upaya penghentian perang antara kedua negara.

Trump secara terbuka menolak proposal terbaru yang dikirim Teheran terkait gencatan senjata dan menyebut dokumen tersebut sebagai “dokumen sampah”.

Al Jazeera melaporkan Trump mengatakan kesepakatan damai antara AS dan Iran kini berada dalam “kondisi kritis” setelah dirinya membaca respons terbaru dari pemerintah Iran.

“Gencatan senjata itu sekarang yang paling lemah setelah saya membaca dokumen sampah yang mereka kirimkan kepada kami. Saya bahkan belum selesai membacanya,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih.

Pernyataan itu memperkuat kekhawatiran bahwa konflik yang telah berlangsung selama 10 minggu tersebut akan semakin panjang dan sulit dihentikan.

Iran Ajukan Sejumlah Tuntutan Besar

Rekomendasi Untuk Anda

Proposal Iran sendiri berisi sejumlah tuntutan utama yang dinilai Washington terlalu berat dan sulit diterima.

Teheran meminta penghentian perang di seluruh kawasan, termasuk di Lebanon yang masih menjadi arena konflik antara Israel dan Hizbullah.

Selain itu, Iran juga menuntut pencabutan blokade angkatan laut Amerika Serikat, pembukaan kembali jalur perdagangan minyak Iran, pencairan aset-aset yang dibekukan, hingga jaminan bahwa tidak akan ada lagi serangan militer terhadap wilayahnya.

Baca juga: Trump Sebut Gencatan Senjata di Fase Kritis, Iran Siap dengan Apa Pun yang Terjadi

Pemerintah Iran juga meminta pengakuan atas hak dan kedaulatannya di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi titik utama distribusi minyak dunia.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan tuntutan tersebut merupakan hak sah Iran sebagai negara berdaulat.

“Satu-satunya hal yang kami tuntut adalah hak-hak sah Iran,” kata Baghaei seperti dikutip Al Jazeera.

Trump Singgung Uranium Iran

Dalam pernyataannya, Trump juga mengungkap isu sensitif terkait program nuklir Iran.

Ia mengklaim Iran sempat menyatakan bersedia menyerahkan persediaan uranium yang telah diperkaya kepada Amerika Serikat, namun kemudian tidak memasukkan poin tersebut dalam proposal resmi mereka.

The Times of Israel melaporkan Trump menyebut hanya Amerika Serikat dan China yang memiliki kemampuan teknis untuk mengambil material nuklir tersebut dari fasilitas bawah tanah Iran.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas