Sheikh Naim Qassem: Hizbullah Tak Akan Tunduk pada AS-Israel
Sekretaris Jenderal Hizbullah, Sheikh Naim Qassem, menegaskan kelompok perlawanan Lebanon tidak akan menyerah pada tekanan Israel maupun AS.
Editor:
Garudea Prabawati
Ringkasan Berita:
- Hizbullah menegaskan tidak akan tunduk pada tekanan Israel dan AS.
- Sheikh Naim Qassem mengklaim drone dan rudal Hizbullah menimbulkan ketakutan bagi Israel.
- Hizbullah menolak negosiasi langsung antara pemerintah Lebanon dan Israel.
TRIBUNNEWS.COM - Sekretaris Jenderal Hizbullah, Sheikh Naim Qassem, menegaskan bahwa kelompok perlawanan Lebanon tidak akan menyerah terhadap tekanan dari Israel maupun Amerika Serikat (AS).
Dalam surat yang dirilis Selasa (12/5/2026) kepada para pejuang dan komandan Perlawanan Islam, ia bahkan bersumpah akan mengubah medan perang menjadi “neraka hidup” bagi Israel.
Dalam pesannya, Qassem memuji moral dan keyakinan agama para pejuang Hizbullah yang disebutnya sebagai faktor utama dalam menghadapi militer Israel.
Ia menyebut operasi drone dan rudal Hizbullah mampu menebar ketakutan serta tekanan psikologis terhadap lawan.
“Iman kalian adalah petir melawan penjajah, dan semangat kalian adalah cahaya yang mengusir kegelapan mereka,” ujar Qassem dalam surat tersebut, mengutip Al Mayadeen, Selasa (12/5/2026).
Ia juga menegaskan bahwa perjuangan Hizbullah belum berakhir meski ada klaim kelompok itu telah melemah.
Menurutnya, perlawanan justru berkembang dan menjadi simbol ketahanan yang mengejutkan dunia.
Selain itu, Qassem memberikan penghormatan kepada berbagai wilayah di Lebanon seperti Lebanon Selatan, Bekaa, Beirut, dan Gunung Lebanon yang disebutnya sebagai bagian penting dari poros perlawanan terhadap Israel.
Dalam pernyataannya, Qassem turut menyerukan pemerintah Lebanon untuk meninggalkan pembicaraan langsung dengan Israel, seraya menegaskan bahwa Hizbullah tetap berkomitmen melanjutkan perlawanan.
(*)
Baca tanpa iklan