Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Netanyahu Diprotes Gegara Sulap Bandara Ben Gurion jadi Pangkalan Militer AS, Penerbangan Kacau

Netanyahu diprotes usai Bandara Ben Gurion dipenuhi pesawat militer AS. Penerbangan sipil terganggu, tiket melonjak, wisata Israel ikut terpukul.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan

Ringkasan Berita:

TRIBUNNEWS.COM - Gelombang protes mulai mengarah ke pemerintahan Benjamin Netanyahu setelah Bandara Internasional Ben Gurion di Tel Aviv diubah fungsinya menjadi “pangkalan militer Amerika Serikat”.

Menurut laporan media Israel, puluhan pesawat militer AS, termasuk pesawat pengisian bahan bakar udara, ditempatkan di Bandara Ben Gurion untuk mendukung kebutuhan logistik dan operasi militer di tengah meningkatnya ketegangan regional.

Kehadiran militer tersebut juga berkaitan dengan kesiapan menghadapi kemungkinan pecahnya kembali konflik berskala besar antara Israel dan Iran.  

Dalam kondisi tersebut, Israel diperkirakan membutuhkan dukungan militer AS yang lebih besar, termasuk penggunaan fasilitas strategis seperti Bandara Ben Gurion.

Namun keputusan tersebut memicu kritik di dalam negeri.

Kepala Otoritas Penerbangan Sipil Israel, Shmuel Zakay, bahkan menyebut aktivitas militer AS di Bandara Ben Gurion telah mengganggu operasional penerbangan sipil.

Rekomendasi Untuk Anda

Tak hanya itu, kondisi tersebut membuat sejumlah maskapai asing menunda kembali beroperasi ke Israel.

Dampaknya, kapasitas penerbangan internasional menurun dan harga tiket pesawat melonjak menjelang musim liburan musim panas.

Zakay memperingatkan bahwa situasi tersebut dapat mengancam stabilitas keuangan maskapai-maskapai lokal Israel seperti Israir, Arkia, dan Air Haifa.

Maskapai-maskapai tersebut disebut menghadapi tekanan besar akibat meningkatnya biaya operasional, pembatasan parkir pesawat, hingga tingginya biaya bahan bakar.

Sektor Pariwisata Israel Terancam

Senada dengan Zakay, kritik serupa turut diungkap CEO maskapai Israir, Uri Sirkis.

Ia menjelaskan operasional penerbangan sipil di Bandara Ben Gurion kini semakin tertekan akibat meningkatnya aktivitas militer Amerika Serikat di Israel.

Menurut Sirkis, maskapai Israir yang biasanya dapat menempatkan hingga 17 pesawat di Bandara Ben Gurion, namun pasca pesawat militer AS menguasai bandara kini maskapai Israir hanya diperbolehkan menyimpan empat pesawat selama malam hari.

Baca juga: Iran Ancam Akan Lakukan Pengayaan Uranium hingga 90 Persen jika Diserang AS-Israel Lagi

Kondisi tersebut dinilai sangat mempengaruhi kemampuan operasional maskapai dalam melayani penerbangan domestik maupun internasional.

Dampaknya, harga tiket penerbangan dilaporkan terus meningkat di tengah tingginya permintaan perjalanan menjelang musim liburan musim panas.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas