Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mantan Orang Kepercayaan Zelenskyy Terseret Kasus Pencucian Uang

Mantan kepala staf Presiden Ukraina, Andriy Yermak, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pencucian uang senilai 10,5 juta dolar AS.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Tiara Shelavie

Reuters tidak dapat memverifikasi transkrip tersebut secara independen. Dalam dokumen itu, Mindich disebut membahas produsen drone besar Ukraina bersama kepala keamanan nasional, Rustem Umerov. Juru bicara Umerov membantah adanya pelanggaran.

Jaksa antikorupsi tertinggi Ukraina pada Selasa mengatakan Umerov hanya berstatus saksi dalam operasi “Midas”.

Dalam bagian lain transkrip, Mindich dan seorang perempuan tak dikenal diduga membahas properti serta orang bernama “Andriy” dan “Vova”, nama panggilan umum untuk Volodymyr.

“Ini sudah menjadi sesuatu yang secara pribadi tidak bisa diabaikan oleh Zelenskyy,” kata anggota parlemen oposisi, Oleksiy Honcharenko.

Kepala NABU, Semen Kryvonos, mengatakan pada Selasa bahwa Zelenskyy bukan subjek dari penyelidikan mana pun. Secara hukum, presiden yang masih menjabat tidak dapat diselidiki.

Tuduhan Datang di Saat Sensitif

Kasus terbaru ini muncul ketika Ukraina masih bergantung pada bantuan keuangan penting dari negara-negara Barat, yang sebagian bergantung pada reformasi antikorupsi. Sementara itu, upaya perdamaian yang didukung AS juga mengalami kebuntuan di tahun kelima perang dengan Rusia.

Beberapa anggota parlemen, termasuk dari partai penguasa Servant of the People, justru melihat sisi positif dari kasus ini karena dianggap menunjukkan keseriusan Ukraina memerangi korupsi.

Rekomendasi Untuk Anda

“Mitra internasional melihat bahwa Ukraina memiliki sistem antikorupsi independen yang menjalankan fungsinya,” kata Oleksandr Merezhko, ketua komite urusan luar negeri parlemen.

Tingkat persetujuan publik terhadap Zelenskyy relatif stabil dalam beberapa bulan terakhir meski isu korupsi semakin mendapat sorotan. Sekitar 58 persen warga Ukraina masih mempercayai presiden, menurut lembaga survei Kyiv International Institute of Sociology pada 4 Mei.

Namun, survei 6 Mei menunjukkan 54% warga percaya korupsi merupakan ancaman yang lebih besar bagi perkembangan Ukraina dibanding perang dengan Rusia.

Warga Ukraina yang diwawancarai Reuters di Kyiv pada Selasa menunjukkan reaksi campuran, antara kehati-hatian dan kekhawatiran.

“Jelas presiden terlibat, karena rasanya mustahil orang-orang yang sangat dekat dengannya melakukan semua ini tanpa sepengetahuannya,” kata Valentyna Nevoyt, 70 tahun.

Sementara itu, Natalia Chernilevska, 53 tahun, mengatakan ada risiko Zelenskyy ikut terseret secara pribadi, tetapi ia tetap menghargai kepemimpinannya selama perang.

“Bagi saya, Zelenskyy adalah contoh pemimpin negara yang baik dan terus berjuang sampai akhir.”

(*)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas