Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mulai Misi Militer di Selat Hormuz, Inggris Kirim Drone, Jet Tempur, dan Kapal Perang

Inggris akan menyumbangkan drone, jet tempur, dll untuk misi multinasional bersama negara lain dalam rangka pengamanan Selat Hormuz.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Mulai Misi Militer di Selat Hormuz, Inggris Kirim Drone, Jet Tempur, dan Kapal Perang
Angkatan Laut Kerajaan Inggris
KAPAL PERANG INGGRIS - Foto diambil dari Angkatan Laut Kerajaan Inggris, Rabu (13/5/2026). Pada 11 Mei 2026, kapal perang Angkatan Laut Kerajaan Inggris HMS Dragon sedang menuju Timur Tengah menjelang potensi misi multinasional di Selat Hormuz. Inggris akan menyumbangkan drone, jet tempur, dll untuk misi multinasional bersama negara lain dalam rangka pengamanan Selat Hormuz. 

Ringkasan Berita:
  • Inggris akan mengerahkan jet tempur Typhoon, kapal perang HMS Dragon, drone, dan sistem anti-ranjau untuk misi multinasional di Selat Hormuz.
  • Operasi yang melibatkan lebih dari 40 negara itu bertujuan menjaga keamanan jalur pelayaran minyak dunia di tengah konflik AS, Israel, dan Iran.
  • Inggris juga menyiapkan dana 115 juta poundsterling untuk teknologi drone dan anti-drone. Menteri Pertahanan John Healey menegaskan misi tersebut bersifat defensif dan independen.

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Inggris mengumumkan akan mengerahkan drone, jet tempur, dan kapal perang untuk mendukung misi militer multinasional di Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.

Dalam pernyataan resmi pada Selasa malam, pemerintah Inggris mengatakan kontribusinya akan mencakup jet tempur Typhoon, kapal perang HMS Dragon, serta berbagai sistem canggih untuk mendeteksi dan menghadapi ancaman ranjau maupun drone.

“Kami akan menyumbangkan drone, jet tempur, dan kapal perang untuk misi multinasional guna mengamankan Selat Hormuz,” demikian pernyataan pemerintah Inggris, Selasa (12/5/2026).

London juga mengalokasikan dana baru sebesar 115 juta poundsterling untuk memperkuat sistem drone pemburu ranjau dan teknologi anti-drone yang akan digunakan dalam operasi tersebut.

Misi tersebut dirancang sebagai operasi defensif untuk menjaga keamanan jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz, salah satu rute perdagangan energi paling penting di dunia yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak global.

Pemerintah Inggris menegaskan operasi itu akan dilakukan bersama lebih dari 40 negara yang tergabung dalam Misi Militer Multinasional.

Rekomendasi Untuk Anda

“Misi ini akan bersifat multinasional, defensif, independen, dan kredibel,” lanjut pernyataan tersebut.

Sebagai bagian dari operasi, Inggris akan mengerahkan perangkat pencarian ranjau otonom yang mampu mendeteksi sekaligus menonaktifkan ranjau laut secara otomatis.

Angkatan Laut Kerajaan Inggris juga akan menggunakan sistem modular “Beehive” yang dapat mengoperasikan kapal drone Kraken berkecepatan tinggi untuk mendeteksi, melacak, dan menghadapi ancaman di laut.

Sementara itu, jet tempur Typhoon akan melakukan patroli udara di atas Selat Hormuz. Inggris juga menyiapkan tim spesialis penjinak ranjau militer untuk mendukung operasi di kawasan tersebut.

Kapal perang HMS Dragon disebut telah bergerak menuju Timur Tengah setelah menjalani pelatihan tambahan dan peningkatan sistem tempur, termasuk sistem pertahanan anti-drone Sea Viper, dikutip dari laman Pemerintah Inggris.

Baca juga: Dipimpin Inggris, 40 Negara Bahas Rencana Militer di Selat Hormuz, Apa Kata Iran?

Misi Inggris Dkk di Selat Hormuz

Misi multinasional untuk mengamankan Selat Hormuz tidak hanya melibatkan Inggris, tetapi juga mendapat dukungan dari puluhan negara lain.

Inggris dan Prancis menjadi pemimpin utama dalam operasi tersebut, sementara negara-negara seperti Australia, Jerman, Italia, Belgia, Belanda, Jepang, Korea Selatan, Lituania, hingga Uni Emirat Arab disebut ikut mendukung atau mempertimbangkan kontribusi militer dan logistik.

Dukungan yang diberikan beragam, mulai dari kapal perang, jet tempur, pesawat pengintai, sistem anti-drone, hingga kemampuan penyapuan ranjau laut untuk menjaga keamanan jalur pelayaran internasional.

Misi ini dibentuk untuk melindungi kebebasan navigasi di Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia, di tengah meningkatnya ketegangan akibat konflik antara AS, Israel, dan Iran, seperti diberitakan Euro News.

Menteri Pertahanan Inggris: Kami akan Memimpin Pengamanan Selat Hormuz

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas