Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Operasi Sindoor Disebut Ubah Dinamika Konflik India-Pakistan

Operasi Sindoor diluncurkan India pada malam 7 Mei 2025 sebagai respons atas serangan teror di Pahalgam

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Wahyu Aji
zoom-in Operasi Sindoor Disebut Ubah Dinamika Konflik India-Pakistan
tangkap layar/wn/x
DIHANCURKAN - Foto jet tempur F-16 Pakistan. India mengklaim, operasi Sindoor mereka berhasil menghancurkan lima jet jenis ini di hanggar panggkalan udara di Pakistan. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Satu setelah Operasi Sindoor diluncurkan India pada Mei 2025, Pakistan dinilai mengadopsi doktrin anti-teror lintas batas yang sebelumnya mereka kecam ketika diterapkan New Delhi terhadap Islamabad.

Dikutip dari National Interest, Kamis (14/5/2026), Operasi Sindoor diluncurkan India pada malam 7 Mei 2025 sebagai respons atas serangan teror di Pahalgam pada 22 April yang menewaskan 26 warga sipil India.

India kemudian menyerang sembilan target yang dikaitkan dengan Lashkar-e-Taiba (LeT) dan Jaish-e-Mohammed (JeM), termasuk markas LeT di Muridke dan kompleks JeM di Bahawalpur.

Pemerintah India menyatakan bahwa serangan teror lintas batas yang berasal dari Pakistan ke depan akan diperlakukan sebagai tindakan perang, dengan respons yang ditentukan langsung oleh New Delhi.

Pakistan saat itu menolak argumen tersebut dan menilai India tidak memiliki hak melakukan serangan berdasarkan tuduhan yang dianggap tidak dapat dibuktikan.

Namun pada Februari 2026, Angkatan Udara Pakistan justru menggunakan logika serupa untuk menyerang wilayah Afghanistan dengan alasan memburu Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP).

“Doktrin yang dikecam Pakistan ketika diterapkan terhadap dirinya sendiri telah menjadi doktrin yang sekarang digunakannya terhadap Kabul,” tulis Kepala Penelitian Nightingale International Eldaniz Gusseinov.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut analisis tersebut, dampak utama Operasi Sindoor bukan hanya kerusakan fisik terhadap target militan, melainkan perubahan perhitungan biaya politik dan militer terkait terorisme lintas batas.

Konflik India-Pakistan

Serangan Uri pada 2016 dan Balakot pada 2019 dinilai masih mempertahankan pola lama hubungan India-Pakistan. Namun Sindoor disebut menetapkan ambang baru.

“Krisis India-Pakistan berikutnya akan dimulai dari titik awal ini,” tulis Gusseinov.

Pakistan sempat memperoleh keuntungan taktis pada fase awal konflik. Pada malam 7 Mei, jet tempur J-10C Pakistan yang menggunakan rudal PL-15 buatan China dilaporkan menembak jatuh setidaknya satu Rafale India dalam salah satu pertempuran udara terbesar dalam beberapa dekade.

Reuters merekonstruksi pertempuran itu melibatkan sekitar 125 pesawat tempur dari kedua pihak.

Dua pejabat AS mengatakan kepada Reuters bahwa Pakistan kemungkinan menembak jatuh sedikitnya dua pesawat India, sementara seorang pejabat intelijen Prancis mengonfirmasi hilangnya setidaknya satu Rafale.

Namun situasi berubah beberapa hari kemudian.

Pada 10 Mei, India telah menyerang sedikitnya sembilan pangkalan udara dan instalasi radar Pakistan. Rudal jelajah BrahMos dilaporkan menghancurkan pesawat AEW&C di Bholari, sementara sistem S-400 India disebut menembak jatuh pesawat Saab 2000 Erieye Pakistan di atas Dinga.

Gencatan senjata kemudian tercapai pada 10 Mei setelah Pakistan meminta penghentian permusuhan melalui jalur komunikasi DGMO.

Atase pertahanan India di Jakarta, Kapten Shiv Kumar, dalam seminar di Jakarta pada Juni 2025 mengatakan India menerima kerugian awal karena pemerintah India membatasi serangan terhadap instalasi militer Pakistan pada fase pertama operasi.

Menurut analisis tersebut, kemenangan naratif Pakistan hanya bertahan pada 24 jam pertama konflik, sebelum sistem pertahanan udara Pakistan yang banyak dipasok China dinilai gagal menghadapi serangan jarak jauh India.

Serangan Pakistan ke Afghanistan

Pada Februari 2026, Pakistan melancarkan serangan udara ke Nangarhar dan Paktika di Afghanistan dengan alasan menargetkan kamp TTP.

Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif bahkan menyatakan “perang terbuka” terhadap Afghanistan pada 27 Februari.

Operasi Ghazab lil Haq kemudian berkembang menjadi serangan udara dan artileri berkelanjutan di Afghanistan timur, termasuk serangan terhadap sebuah universitas di Asadabad pada akhir April.

Namun Pelapor Khusus PBB menyatakan Pakistan belum menunjukkan bukti kredibel bahwa serangan TTP diarahkan langsung oleh pemerintah Taliban Afghanistan.

Mahkamah Internasional sebelumnya juga menyatakan toleransi suatu negara terhadap kelompok bersenjata tidak otomatis memberikan hak membela diri kepada negara tetangga.

“Inilah kerangka hukum yang ditolak Islamabad ketika diterapkan pada Sindoor. Kini, inilah kerangka hukum yang digunakan Pakistan,” tulis Gusseinov.

Menurut analisis tersebut, Operasi Sindoor memang meningkatkan tekanan terhadap kelompok militan di Pakistan, tetapi belum menghancurkan ekosistem mereka sepenuhnya.

LeT dan JeM disebut tetap beroperasi menggunakan identitas baru, sementara kelompok The Resistance Front diduga berfungsi sebagai proksi LeT untuk mempertahankan jarak formal dari aksi kekerasan di India.

Pemimpin LeT Hafiz Saeed masih berada dalam tahanan rumah terkait kasus pendanaan terorisme, tetapi infrastruktur perekrutan dan ideologi kelompok itu disebut tetap berjalan melalui Jamaat-ud-Dawa.

Ambang Baru

Sementara itu, TTP justru memperluas operasinya di Pakistan sejak 2021.

Pakistan mengklaim insiden terorisme di Khyber Pakhtunkhwa turun 65 persen setelah Operasi Ghazab lil Haq, namun laporan tersebut menyebut penurunan itu lebih mencerminkan perpindahan geografis aktivitas militan.

Dampak ekonomi kebijakan Pakistan terhadap Afghanistan juga disebut berbalik merugikan Islamabad.

Lima jalur perdagangan aktif ditutup sejak Oktober 2025. Ekspor Pakistan ke Afghanistan turun 56 persen pada awal 2026, sementara perdagangan bilateral anjlok dari US$2,46 miliar pada 2024 menjadi US$1,77 miliar pada 2025.

Sebaliknya, perdagangan Afghanistan dengan Asia Tengah meningkat tajam ketika Kabul mulai mengalihkan jalur perdagangan melalui Uzbekistan dan Kazakhstan.

Taliban juga mempererat hubungan dengan India. Menteri Luar Negeri Afghanistan Amir Khan Muttaqi mengunjungi New Delhi pada Oktober 2025, sementara India membuka kembali kedutaannya di Kabul.

Menurut Gusseinov, doktrin lintas batas yang sebelumnya dipopulerkan India kini telah diadopsi Pakistan sendiri.

“Preseden hukum yang ditetapkan Sindoor tetap berlaku,” tulisnya.

Baca juga: Baku Tembak di Srinagar, 3 Teroris Tewas Termasuk Otak Serangan Pahalgam

Ia menilai konflik India-Pakistan berikutnya akan dimulai dari ambang baru yang turut dibentuk Pakistan sendiri melalui tindakan dan responsnya terhadap Afghanistan.

SUMBER

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas