6 Poin Penting dari Pertemuan Trump dan Xi Jinping di China
Xi melontarkan kata-kata paling tajamnya kepada Taiwan sebagai “isu terpenting dalam hubungan AS-Tiongkok.”
Penulis:
Hasanudin Aco
Ringkasan Berita:
- Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump sepakat untuk membangun “hubungan Tiongkok-AS yang konstruktif dan berlandaskan stabilitas strategis.”
- China menyatakan minat untuk membeli lebih banyak minyak AS guna mengurangi ketergantungannya pada minyak mentah Timur Tengah.
- Xi melontarkan kata-kata paling tajamnya kepada Taiwan, menyebutnya sebagai “isu terpenting” dalam hubungan bilateral.
TRIBUNNEWS.COM, CHINA - Amerika Serikat (AS) dan China sepakat untuk mempererat hubungan kerja sama dalam pertemuan puncak antara Presiden AS Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing yang berakhir pada hari ini, Jumat (15/5/2026).
Dalam pertemuan itu dibahas berbagai isu, mulai dari kekayaan intelektual dan hak asasi manusia hingga teknologi dan perdagangan.
Berikut lima poin penting pertemuan itu berdasarkan rangkuman dari pemerintah China dan pejabat AS seperti dilansir dari CNBC dan NYP,
1. Penempatan posisi baru
Xi Jinping dan Donald Trump sepakat untuk mengembangkan “hubungan Tiongkok-AS yang konstruktif dan stabil secara strategis" menurut pernyataan resmi pemerintah China.
Menurut siaran pers, Xi mengatakan kerja sama dan “persaingan yang terukur” serta perbedaan dengan AS dapat dikelola sambil menekankan bahwa kerangka kerja sama dua negara harus diterjemahkan ke dalam tindakan nyata.
“Ini menandakan periode stabilitas terkendali yang akan bertahan untuk beberapa waktu,” kata Tianchen Xu, ekonom senior di Economist Intelligence Unit.
2. Kemegahan dan kemewahan
Xi mengerahkan segala upaya untuk membuat Trump terkesan.
Dimulai dengan sambutan karpet merah di bandara Beijing lengkap dengan band militer, pasukan kehormatan, dan 300 pemuda yang bernyanyi sambil melambaikan bendera Amerika dan Tiongkok.
Karpet merah kembali digelar di Balai Agung Rakyat, tempat jabat tangan pertama yang sangat dinantikan antara Trump dan Xi.
Diikuti dengan pengumuman lagu kebangsaan "The Star-Spangled Banner," parade militer, dan lebih banyak lagi anak-anak sekolah yang antusias.
Tak mau kalah, Trump menunjukkan kekuatannya dengan membawa rombongan pemimpin bisnis, seperti Musk, Huang, dan Tim Cook dari Apple, serta pejabat tinggi pemerintahan, termasuk Menteri Keuangan Scott Bessent, Menteri Perang Pete Hegseth, dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio (yang konon dikenai sanksi oleh China dan dilarang masuk ke negara itu pada tahun 2020).
3. Memperdalam kerja sama
Xi mengatakan bahwa kedua belah pihak harus memanfaatkan saluran komunikasi diplomatik dan militer dengan lebih baik.
Ia juga menyerukan kerja sama yang lebih dalam di bidang ekonomi dan perdagangan, pertanian, dan pariwisata.
Menurut seorang pejabat Gedung Putih, Trump, Xi, dan tim mereka membahas cara-cara untuk meningkatkan kerja sama ekonomi, termasuk memperluas akses pasar bagi bisnis AS ke China dan meningkatkan investasi China ke industri Amerika.
Menurut pejabat AS tersebut, Trump juga menyerukan agar Beijing terus berupaya untuk mengekang aliran fentanyl ke AS dan meningkatkan pembelian barang-barang pertanian Amerika.