Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Rahasia Bocor! China Disebut Raup Untung Besar Dari Perang Iran vs AS

Laporan rahasia AS bocor! China disebut diam-diam raup untung besar saat perang Iran bikin stok rudal Amerika terkuras habis.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Lebih lanjut, mengutip dari Washington Post, China turut memanfaatkan krisis energi, dengan mengambil keuntungan di sektor pertahanan.

Laporan intelijen AS menyebut Beijing menjual persenjataan kepada sejumlah sekutu Amerika Serikat di kawasan Teluk Persia.

Negara-negara tersebut diketahui membutuhkan tambahan sistem pertahanan untuk melindungi pangkalan militer dan fasilitas minyak strategis mereka dari ancaman serangan rudal dan drone Iran selama konflik berlangsung.

Dalam situasi tersebut, China dinilai berhasil memanfaatkan meningkatnya kebutuhan keamanan regional dengan menawarkan berbagai sistem persenjataan tempur kepada negara-negara di kawasan.

Selain keuntungan ekonomi dan diplomatik, perang Iran juga dinilai memberi keuntungan strategis lain bagi Beijing di bidang militer.

China disebut dapat mempelajari secara langsung pola operasi tempur Amerika Serikat dalam perang modern melalui konflik yang terjadi di Timur Tengah.

Melalui perang tersebut, Beijing dinilai mampu mengamati penggunaan sistem pertahanan udara Amerika Serikat, strategi serangan militer, pola distribusi logistik, hingga pengerahan persenjataan dalam operasi tempur nyata.

Rekomendasi Untuk Anda

Situasi itu memunculkan kekhawatiran baru di Pentagon karena perang Iran dinilai tidak hanya membebani kekuatan militer Amerika Serikat.

Tetapi juga membuka peluang besar bagi China untuk memperkuat kemampuan strategis dan pengaruh globalnya secara lebih cepat.

Kekhawatiran tersebut semakin meningkat setelah Amerika Serikat dilaporkan mengalami penipisan stok sejumlah amunisi penting militer, termasuk sistem pertahanan udara Patriot, pencegat THAAD, hingga rudal jelajah Tomahawk akibat tingginya intensitas operasi militer selama konflik berlangsung.

Pengamat menilai kondisi tersebut dapat mempengaruhi kesiapan tempur Amerika Serikat jika sewaktu-waktu menghadapi konflik besar lain, terutama di kawasan Indo-Pasifik yang saat ini menjadi fokus utama persaingan antara Washington dan Beijing.

(Tribunnews.com / Namira)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas