Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pemerintah Indonesia-Belarus Sepakati Roadmap Pengembangan Kerja Sama Ekonomi

Forum Bisnis Indonesia – Belarus juga direncanakan akan berlangsung pada rencana kunjungan Presiden Republik Belarus ke Indonesia.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Wahyu Aji
zoom-in Pemerintah Indonesia-Belarus Sepakati Roadmap Pengembangan Kerja Sama Ekonomi
Tribunnews.com/HO/IST
KERJA SAMA EKONOMI - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto dan Wakil Perdana Menteri (DPM) Republik Belarus Viktor Karankevich melaksanakan Pertemuan Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-8 RI–Belarus Bidang Kerja Sama Perdagangan, Ekonomi, dan Teknik di Minsk, Belarus, Jumat (15/5/2026). 

Pemerintah Indonesia-Belarus Sepakati Penguatan dan Roadmap Pengembangan Kerja Sama Ekonomi

Ringkasan Berita:
  • Indonesia dan Belarus menggelar SKB ke-8 di Minsk untuk memperkuat kerja sama perdagangan, industri, pertanian, investasi, dan teknologi menjelang implementasi Indonesia–EAEU FTA.
  • Airlangga Hartarto menyebut Belarus sebagai mitra strategis Indonesia, terutama pada sektor manufaktur, alat berat, pupuk, dan mekanisasi pertanian.
  • Nilai perdagangan RI–Belarus naik 72,6 persen menjadi USD 221 juta dan kedua negara tengah menyusun roadmap kerja sama 2026–2030.

 

Wahyu Aji/Tribunnews.com

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indonesia terus berupaya memperkuat eksistensi di kawasan Eurasia dengan mengoptimalkan seluruh potensi untuk peningkatan perdagangan dan kerja sama ekonomi, dengan mengoptimalkan implementasi Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (Indonesia–EAEU FTA). 

Salah satu dari 5 negara Eurasia yang menjadi target penguatan kerja sama ekonomi adalah Republik Belarus.

Untuk mendorong penguatan kerja sama ekonomi, Pemerintah RI dan Pemerintah Republik Belarus telah melaksanakan Pertemuan Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-8 RI–Belarus Bidang Kerja Sama Perdagangan, Ekonomi, dan Teknik di Minsk, Belarus, Jumat (15/5/2026). 

Pertemuan ini dipimpin secara bersama oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto dan Wakil Perdana Menteri (DPM) Republik Belarus Viktor Karankevich. 

Rekomendasi Untuk Anda


DPM Karankevich menyampaikan bahwa kedua negara berkomitmen untuk senantiasa menjaga hubungan yang erat di berbagai bidang. 


Belarus sangat mendukung pelaksanaan Pertemuan SKB kali ini sebagai forum yang penting untuk memperkuat kemitraan antara kedua negara. 


"Kami meyakini bahwa pertemuan ini akan mampu mengidentifikasi sejumlah kerja sama bilateral utama yang dapat diwujudkan dalam rencana kunjungan Presiden Belarus ke Indonesia pada awal Juli 2026,” ujar DPM Karankevich. 


Dalam sambutan pembukaan, Menko Airlangga menyampaikan bahwa SKB kali ini merupakan kelanjutan dari SKB ke-7 yang terakhir diadakan pada masa pandemi di tahun 2022 secara virtual. 


SKB RI-Belarus berfungsi sebagai kerangka payung untuk kerja sama bilateral, terutama di bidang perdagangan, ekonomi, dan teknis, dengan tujuan memberikan manfaat maksimal bagi perkembangan ekonomi kedua negara. 


Airlangga juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Belarus terhadap penyelesaian dan penandatanganan Indonesia–EAEU FTA pada bulan Desember 2025 di St. Petersburg, Rusia. 


"Indonesia memandang Belarus sebagai mitra strategis dalam penguatan kerja sama industri, ketahanan pangan, dan pengembangan manufaktur berbasis teknologi. Implementasi Indonesia–EAEU FTA diharapkan dapat membuka peluang perdagangan dan investasi yang lebih luas dan saling menguntungkan,” ujar Airlangga.


Belarus mengundang stakeholders dan para pengusaha dari Indonesia untuk melihat lebih dekat kapabilitas dan kapasitas industri pertanian, industri manufaktur dan berbagai fasilitas industri yang dimiliki oleh Belarus

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas