Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tidak Ada Wanita dalam Meja Perundingan, KTT Trump-Xi Menuai Kritik, Dinilai Maskulin dan Eksklusif

KTT Donald Trump-Xi Jinping dikritik karena tidak melibatkan perempuan dalam meja perundingan tingkat tinggi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Dwi Setiawan

Ringkasan Berita:
  • KTT Trump-Xi dikritik karena tidak melibatkan perempuan dalam meja perundingan tingkat tinggi.
  • Banyak pihak menilai pertemuan lebih fokus pada perdagangan dan konflik geopolitik dibanding isu hak asasi manusia.
  • Taiwan tetap menjadi isu paling sensitif dalam hubungan AS-China selama KTT berlangsung.

TRIBUNNEWS.COM - Ekonom Amerika sekaligus mantan Wakil Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF), Gita Gopinath, menyoroti tidak adanya perempuan dalam pembicaraan tingkat delegasi antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping.

“Sebuah gambaran tentang berakhirnya meritokrasi: Pertemuan dua ekonomi terbesar dan tidak ada satu pun perempuan di meja perundingan,” tulis Gopinath dalam unggahannya sambil membagikan foto pertemuan yang berlangsung pada Kamis (14/5/2026).

Namun, menurut FirstPost, absennya perempuan bukan satu-satunya hal yang menuai kekhawatiran dari KTT AS-China yang sangat dinantikan tersebut.

Minimnya pembahasan mengenai pelanggaran hak asasi manusia, penderitaan tahanan, serta kecenderungan China memamerkan kekuatan globalnya juga menjadi sorotan.

Karena kedua pemimpin lebih banyak membahas perdagangan serta perang di Iran dan Ukraina, banyak pihak menilai KTT tersebut lebih bernuansa militeristik dan eksklusif dibandingkan membahas isu-isu kemanusiaan.

“Kita entah bagaimana kembali pada gagasan bahwa yang penting adalah jaringan Anda dan bukan kemampuan Anda, dan itu menentukan apakah seseorang mendapatkan tempat di meja perundingan atau tidak,” kata Gopinath kepada The Guardian.

Rekomendasi Untuk Anda

“Sungguh sulit dipahami bagaimana kita akhirnya memiliki meja perundingan yang hanya terdiri dari satu jenis kelamin, padahal ada begitu banyak perempuan berbakat di seluruh dunia,” tambahnya.

Baca juga: Trump Minta Taiwan Jangan Cari Masalah dengan China, Hindari Konflik karena Boncos Perangi Iran?

KTT AS-CHINA - Tangkap layar cuitan X Ekonom Amerika sekaligus mantan Wakil Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF), Gita Gopinath. Gopinath menyoroti tidak adanya perempuan dalam pembicaraan tingkat delegasi antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping.
KTT AS-CHINA - Tangkap layar cuitan X Ekonom Amerika sekaligus mantan Wakil Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF), Gita Gopinath. Gopinath menyoroti tidak adanya perempuan dalam pembicaraan tingkat delegasi antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping. (Tribunnews.com/Tangkap layar media sosial)

Foto pertemuan bilateral tahun ini juga dibandingkan dengan pertemuan serupa pada era Presiden Barack Obama.

“Kita telah mengalami kemunduran. Pertemuan puncak AS-China pada era Obama melibatkan perempuan dalam meja perundingan," kata Halima Kazem, Wakil Direktur Program Studi Feminis, Gender, dan Seksualitas di Universitas Stanford, kepada media Inggris tersebut.

"Sekarang, kedua negara adidaya itu tampaknya tidak menganggap perempuan pantas berada di ruangan tempat politik kekuatan besar berlangsung."

"Ini bukan hanya kegagalan Amerika, tetapi juga sinyal bilateral bahwa suara perempuan tidak penting dalam membentuk tatanan global."

Sebagai informasi, perempuan yang hadir dalam pertemuan bilateral AS-China pada masa pemerintahan Obama antara lain Liu Yandong yang saat itu menjabat Wakil Perdana Menteri China, Susan Rice sebagai Penasihat Keamanan Nasional AS, dan Hillary Clinton yang menjabat Menteri Luar Negeri AS.

Masalah Taiwan

Pada hari pertama KTT, Presiden China Xi Jinping memperingatkan Donald Trump mengenai potensi bentrokan bahkan konflik terkait Taiwan.

Pernyataan Xi dipublikasikan oleh Kementerian Luar Negeri China setelah pertemuan selama dua jam dengan Presiden AS pada Kamis pagi.

Xi membuka KTT dengan menegaskan bahwa Taiwan tetap menjadi isu terpenting dalam hubungan China-AS.

Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas