Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Wabah Ebola di Kongo dan Uganda Ditetapkan jadi Keadaan Darurat, Apakah akan Menyebar?

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendeklarasikan wabah Ebola di Kongo dan Uganda menjadi Darurat Kesehatan Masyarakat.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Wabah Ebola di Kongo dan Uganda Ditetapkan jadi Keadaan Darurat, Apakah akan Menyebar?
sehatnegeriku.kemkes.go.id.
KEADAAN DARURAT EBOLA - Ilustrasi virus ebola menggunakan mikroskop. WHO mengumumkan keadaan Darurat Kesehatan Masyarakat yang Menjadi Perhatian Internasional setelah wabah Ebola melanda Republik Demokratik Kongo (RD Kongo) dan Uganda. 

Krisis ini semakin memburuk setelah Kementerian Kesehatan Uganda mengonfirmasi adanya dua kasus Ebola di wilayahnya, dengan satu pasien dilaporkan meninggal dunia setelah melakukan perjalanan dari RD Kongo.

Dalam program Inside Story di Al Jazeera, para pengamat kesehatan menyoroti upaya penahanan virus kali ini menghadapi tantangan yang sangat kompleks.

Provinsi Ituri dan wilayah timur RD Kongo telah lama didera oleh ketidakstabilan keamanan akibat aktivitas berbagai kelompok milisi bersenjata yang memperebutkan wilayah kaya mineral.

"Mobilitas penduduk yang intens akibat kekerasan serta situasi keamanan yang genting mempersulit tim medis untuk melakukan pelacakan kontak secara efektif," ungkap perwakilan dari badan kesehatan dan kemanusiaan internasional.

Kondisi geopolitik dan keamanan yang rapuh ini membuat pola penyebaran virus menjadi sulit diprediksi, sehingga pengawasan ketat di wilayah perbatasan kini menjadi prioritas utama bagi RD Kongo, Uganda, dan Sudan Selatan.

Selain itu, pengumuman darurat global dari WHO memicu kekhawatiran besar di kalangan masyarakat, khususnya di ibu kota Uganda, Kampala.

Baca juga: WHO Tetapkan Darurat Ebola Global, Bandara Indonesia Diminta Siaga

Warga mulai mengkhawatirkan kemungkinan diberlakukannya kembali pembatasan perjalanan, lockdown, serta dampak buruknya terhadap pemulihan ekonomi lokal.

Rekomendasi Untuk Anda

Otoritas kesehatan internasional, termasuk Africa CDC dan Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC), kini bergerak cepat memperkuat koordinasi, mengirimkan alat pelindung diri (APD), serta meningkatkan kampanye edukasi komunitas demi meredam kepanikan masyarakat dan mencegah penularan yang lebih masif.

(Tribunnews.com/Whiesa)

Sesuai Minatmu
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas