Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Trump Hasut UEA Rebut Wilayah Strategis Iran, Pulau Lavan Jadi Sasaran

Trump disebut dorong UEA rebut Pulau Lavan milik Iran. Konflik Teluk memanas dan ancam picu perang regional hingga ganggu jalur minyak dunia.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Ringkasan Berita:
  • Trump mendorong Uni Emirat Arab (UEA) merebut Pulau Lavan, wilayah strategis Iran di Teluk Persia yang menjadi pusat ekspor minyak Iran.
  • Washington ingin menekan Iran tanpa mengirim pasukan AS langsung ke medan perang. UEA dipilih karena memiliki kekuatan militer modern, kerja sama intelijen erat dengan AS dan Israel.
  • Pengamat menilai keterlibatan langsung negara Teluk melawan Iran berpotensi memicu perang regional besar di Timur Tengah.

TRIBUNNEWS.COM - Situasi geopolitik di Timur Tengah kembali memanas setelah muncul laporan bahwa sejumlah pejabat AS mendorong Uni Emirat Arab (UEA) untuk merebut salah satu pulau strategis milik Teheran di kawasan Teluk Persia.

Laporan yang pertama kali diungkap media Inggris The Telegraph menyebut bahwa orang-orang di lingkaran Presiden AS Donald Trump mengusulkan agar UEA mengambil alih Pulau Lavan.

“Ayo, serang mereka! Pasukan UEA yang akan berada di lapangan, bukan pasukan AS,” ujar sumber tersebut seperti dikutip media Inggris itu.

Lavan bukan sekadar pulau kecil biasa. Wilayah itu berada di kawasan strategis Teluk Persia dan menjadi salah satu pusat penting ekspor minyak Iran.

Letaknya juga dekat dengan jalur pelayaran internasional menuju Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sebagian besar distribusi minyak dunia.

Karena itu, siapa pun yang menguasai kawasan tersebut akan memiliki pengaruh besar terhadap keamanan energi global.

Rekomendasi Untuk Anda

Pejabat di lingkaran Presiden AS Donald Trump diyakini melihat Pulau Lavan sebagai titik tekanan strategis terhadap Iran.

Dengan menekan Pulau Lavan, AS dan sekutunya dapat mempersempit ruang gerak Teheran dalam menggunakan ancaman penutupan jalur energi internasional sebagai alat tekanan politik.

Trump ‘Kompori’ UEA

Untuk mempercepat tekanan terhadap Iran, AS disebut mendorong Uni Emirat Arab (UEA) untuk terlibat langsung dalam tekanan militer terhadap Iran.

Langkah tersebut dinilai sebagai strategi Washington untuk melemahkan Teheran tanpa harus mengirim pasukan Amerika Serikat sendiri ke medan perang.

UEA sendiri dianggap sebagai mitra paling siap untuk menjalankan operasi semacam itu.

Dibanding sejumlah negara Teluk lainnya, Abu Dhabi memiliki kekuatan militer yang lebih modern, termasuk armada udara canggih, sistem pertahanan mutakhir, serta kerja sama intelijen yang erat dengan AS dan Israel.

Kedekatan geografis juga menjadi faktor penting. UEA berada sangat dekat dengan Iran dan kawasan Selat Hormuz, jalur pelayaran energi paling vital di dunia. 

Posisi itu membuat Abu Dhabi menjadi salah satu negara yang paling terdampak apabila konflik Iran meluas dan mengganggu distribusi minyak global.

Baca juga: Media Israel: Mesir Perkuat Perisai Udara Arab Saudi, UEA, dan Kuwait di Tengah Ancaman Iran

Dalam beberapa tahun terakhir, kekhawatiran UEA terhadap kekuatan militer Iran juga semakin meningkat, terutama terkait kemampuan rudal dan drone Teheran.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas