CENTCOM AS Akui Berlakukan Blokade, Selat Hormuz Dianggap Jadi Senjata Iran Ancam Kebebasan Navigasi
CENTCOM menilai Iran telah menggunakan Selat Hormuz sebagai senjata untuk mengancam kebebasan navigasi.
Penulis:
Nuryanti
Editor:
Tiara Shelavie
Ringkasan Berita:
- CENTCOM menilai Iran telah menggunakan Selat Hormuz sebagai senjata untuk mengancam kebebasan navigasi.
- Pasukan AS diklaim telah mengalihkan jalur lebih dari 80 kapal sejak blokade terhadap Iran dimulai.
- Pasukan AS siap untuk rencana darurat apa pun yang mungkin diminta dari mereka.
TRIBUNNEWS.COM - Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa mereka memberlakukan "blokade" terhadap Iran.
Sebab, CENTCOM menilai Iran telah menggunakan Selat Hormuz sebagai senjata untuk mengancam kebebasan navigasi.
CENTCOM menambahkan bahwa pasukan AS siap untuk rencana darurat apa pun yang mungkin diperlukan di wilayah tersebut.
Juru bicara CENTCOM, Kapten Tim Hawkins, mengatakan dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Al Arabiya bahwa pasukan AS telah mengalihkan jalur lebih dari 80 kapal sejak blokade terhadap Iran dimulai.
Ia menekankan, AS memantau dengan cermat segala sesuatu yang coba dibawa masuk atau dikeluarkan oleh Iran.
Hawkins menambahkan pasukan AS siap untuk rencana darurat apa pun yang mungkin diminta dari mereka, menandakan kesiapan militer Amerika yang berkelanjutan di tengah meningkatnya ketegangan di Teluk.
Klaim AS Capai Tujuan Militer
Hawkins mengatakan, operasi militer AS terhadap Iran sangat efektif, dan mencatat bahwa Washington telah mencapai tujuan militer yang ditetapkan sejak awal konfrontasi.
Menurutnya, Amerika Serikat sebagian besar telah menghancurkan kemampuan militer Iran, termasuk kemampuan manufaktur militer Iran, dan menambahkan bahwa kemampuan Teheran untuk meluncurkan rudal dan drone telah menurun tajam.
Hawkins juga menambahkan, kemampuan Iran untuk menjadi ancaman tidak lagi seperti dulu, dan menjelaskan bahwa pasukan AS telah bekerja sama dengan sekutu untuk mendukung sistem pertahanan udara di wilayah tersebut.
Ia pun menuduh Iran melakukan serangan yang disengaja terhadap warga sipil, dan menambahkan bahwa pasukan Iran meluncurkan rudal dari daerah padat penduduk di dalam Iran.
Pernyataan CENTCOM tersebut disampaikan pada saat Selat Hormuz menyaksikan peningkatan ketegangan yang telah memengaruhi lalu lintas pelayaran dan pasar energi global.
Baca juga: AS Tak Mau Kompromi! Iran Dipaksa Penuhi 5 Tuntutan Baru, Uranium hingga Selat Hormuz Jadi Taruhan
Selat tersebut dianggap sebagai salah satu titik rawan maritim terpenting di dunia, dengan sekitar seperlima ekspor minyak global melewatinya.
Ancaman dan serangan baru-baru ini telah mendorong beberapa perusahaan pelayaran dan energi untuk menilai kembali rute maritim mereka.
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, baru-baru ini menyerukan kepada China untuk memainkan peran yang lebih besar dalam menekan Iran, dengan alasan bahwa stabilitas di Selat Hormuz secara langsung melayani kepentingan Beijing.
Iran dan AS Saling Ancam
Iran mengancam akan berkonfrontasi dengan Amerika Serikat (AS) terkait blokade Angkatan Laut (AL) AS.