Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Iran Terima Tanggapan AS, Washington Ogah Turuti Permintaan Teheran

Iran menerima tanggapan dari AS terhadap proposal yang diajukan sebelumnya. Washington menolak tuntutan Teheran dalam proposal tersebut.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Iran Terima Tanggapan AS, Washington Ogah Turuti Permintaan Teheran
Kementerian Luar Negeri Iran
JUBIR KEMENLU IRAN - Foto juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ismail Baghaei, diunduh dari laman Kementerian Luar Negeri Iran, Senin (18/5/2026). Pada 18 Mei 2026, Iran menerima tanggapan dari AS terhadap proposal yang diajukan sebelumnya. Washington menolak tuntutan Teheran dalam proposal tersebut. 

Ringkasan Berita:
  • Iran menyatakan komunikasi dengan Amerika Serikat masih berlangsung melalui mediasi Pakistan meski Washington menolak proposal terbaru Teheran.
  • Iran meminta pencabutan sanksi, pencairan dana yang dibekukan, dan pengakuan hak pengayaan uranium, namun menolak memindahkan uranium ke AS.
  • Sementara itu, Donald Trump mengklaim Iran sangat ingin menandatangani perjanjian untuk mengakhiri perang. 
  • Negosiasi masih buntu karena kedua pihak tetap mempertahankan tuntutannya masing-masing.

TRIBUNNEWS.COM - Iran menyatakan tetap melanjutkan komunikasi dengan Amerika Serikat melalui mediasi Pakistan.

Teheran mengatakan Washington disebut menolak proposal terbarunya terkait upaya mengakhiri konflik yang pecah sejak 28 Februari 2026.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ismail Baghaei, mengatakan negaranya telah menerima sejumlah tanggapan dari pihak Amerika melalui mediator Pakistan.

“Meskipun Washington menolak proposal kami, kami menerima sejumlah tanggapan Amerika melalui mediator Pakistan,” ujar Baghaei pada Senin (18/5/2026).

Menurut Iran, proposal yang diajukan Teheran mencakup pencabutan seluruh sanksi Barat, pencairan aset dan dana Iran yang dibekukan di luar negeri, serta pengakuan atas hak Iran untuk memperkaya uranium.

Namun, Iran menolak tuntutan Amerika Serikat agar sekitar 400 kilogram uranium yang sangat diperkaya dipindahkan ke AS.

Rekomendasi Untuk Anda

Teheran juga menolak pembatasan yang hanya mengizinkan satu fasilitas nuklir Iran tetap beroperasi.

Di sisi lain, pemerintah Amerika Serikat disebut hanya bersedia mencairkan maksimal 25 persen dana Iran yang dibekukan dan menolak memberikan kompensasi atas kerusakan akibat serangan terhadap wilayah Iran selama perang berlangsung.

Iran juga bersikeras agar situasi di Selat Hormuz tidak kembali seperti sebelum konflik pecah, sambil terus membangun mekanisme baru bersama Oman untuk menjaga jalur pelayaran penting tersebut tetap berjalan.

“Amerika Serikat dan Israel adalah ancaman bagi kawasan ini,” kata Baghaei meskipun Iran mengaku tidak memiliki permusuhan dengan negara-negara tetangganya.

Ia juga menyebut para ahli Iran dan Oman telah melakukan pertemuan untuk membahas mekanisme transit baru di Selat Hormuz yang selama beberapa bulan terakhir mengalami gangguan besar akibat konflik, seperti diberitakan Al Arabiya.

Baca juga: Iran dan Oman Rancang Mekanisme Transit Baru untuk Selat Hormuz

Trump Mengklaim Iran "Sangat Ingin" Mencapai Kesepakatan

Di tengah proses negosiasi yang masih berlangsung, Presiden Amerika Serikat Donald Trump justru menilai Iran sangat ingin mencapai kesepakatan.

Dalam wawancara dengan majalah Fortune, Trump mengatakan bahwa “pihak Iran sangat ingin menandatangani perjanjian” guna mengakhiri perang. Ia bahkan menyebut “orang Iran menjerit karena dampak perang” dan menuduh Teheran terus mengubah syarat dalam pembicaraan.

Trump juga mengeluarkan peringatan keras kepada Iran melalui platform Truth Social.

“Mereka sebaiknya bertindak cepat, atau tidak akan ada yang tersisa dari mereka,” tulisnya.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas