Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Putin Akan Temui Xi Jinping, Bahas Kerja Sama Strategis Rusia–China

Presiden Rusia Vladimir Putin akan menemui pemimpin China Xi Jinping untuk membahas kerjasama Rusia dan Tiongkok.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Nuryanti
zoom-in Putin Akan Temui Xi Jinping, Bahas Kerja Sama Strategis Rusia–China
Kremlin
PUTIN DAN JINPING - Foto diambil dari Kantor Kremlin memperlihatkan Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) bersama Presiden Republik Rakyat Tiongkok Xi Jinping (kiri) pada parade militer untuk memperingati 80 tahun Kemenangan dalam Perang Patriotik Besar Uni Soviet pada 9 Mei 2025 di Lapangan Merah, Moskow. (Foto: Sergei Bobylev, RIA Novosti) . Putin akan menemui Xi Jinping untuk membahas kerjasama Rusia dan Tiongkok pada 19-20 Mei 2026. 

Kapal tersebut, yang bernama KSL Deyang, disebut sedang dalam perjalanan menuju pelabuhan Pivdennyi untuk memuat konsentrat bijih besi ketika insiden terjadi.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menegaskan bahwa kapal tersebut merupakan milik China dan ikut terdampak dalam serangan Rusia terhadap kapal-kapal sipil di kawasan itu.

Meski sempat terkena serangan, kapal dilaporkan tetap dapat melanjutkan pelayarannya tanpa korban jiwa.

Kapal Sipil Berbendera Panama dan Guinea-Bissau Jadi Sasaran Serangan di Ukraina

Otoritas Ukraina melaporkan bahwa beberapa kapal sipil kembali menjadi sasaran serangan di wilayah perairan dekat pelabuhan mereka.

Salah satu kapal yang berbendera Guinea-Bissau dilaporkan terkena serangan saat beroperasi di kawasan tersebut.

Dalam kejadian terpisah, Gubernur Odesa Oleh Kiper menyebut kapal berbendera Panama yang menuju pelabuhan Chornomorsk juga ikut terkena dampak serangan Rusia.

Beruntung, tidak ada korban luka dalam insiden tersebut karena awak kapal berhasil memadamkan api, dan kapal tetap bisa melanjutkan perjalanan.

Zelenskyy Tuduh Rusia Manfaatkan Krimea untuk Ekspor Ilegal dan Tarik Investasi Asing

Rekomendasi Untuk Anda

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menuduh Rusia mencoba mengeksploitasi wilayah Krimea yang diduduki untuk kepentingan ekonomi, termasuk ekspor gandum.

Ia menyebut ada upaya pengiriman gandum dari Krimea yang melibatkan sejumlah perusahaan, bahkan termasuk entitas dari Amerika Serikat.

Selain itu, Zelenskyy juga menyoroti upaya Rusia menarik investasi dari negara-negara demokratis untuk proyek minyak dan gas di kawasan Arktik.

Menurutnya, langkah-langkah tersebut menunjukkan bahwa Rusia tidak hanya fokus pada konflik militer, tetapi juga strategi ekonomi di tengah perang yang masih berlangsung, seperti diberitakan The Guardian.

Ukraina Kecam Latihan Nuklir Rusia di Belarus

Kementerian Luar Negeri Ukraina mengecam keras latihan senjata nuklir taktis yang dilakukan Rusia di Belarus.

Ukraina menyebut langkah tersebut sebagai ancaman serius bagi keamanan dunia, terutama karena Belarus kini dianggap menjadi lokasi penyimpanan senjata nuklir dekat wilayah NATO.

Kyiv juga meminta negara-negara Barat untuk memperketat sanksi terhadap Rusia dan Belarus karena tindakan tersebut dianggap berbahaya dan memperburuk ketegangan global.

Intelijen Estonia: Rusia Semakin Tertekan dalam Perang

Kepala intelijen luar negeri Estonia mengatakan bahwa Rusia kini berada dalam posisi sulit dalam perang di Ukraina.

Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas