Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pejabat Iran Ungkap Mojtaba Khamenei Alami Cedera di Awal Perang, Sempat Dibawa ke Rumah Sakit

Kini terungkap bahwa Mojtaba Khamenei sebelumnya mengalami cedera ringan pada awal perang Iran.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Nuryanti
Editor: Endra Kurniawan
zoom-in Pejabat Iran Ungkap Mojtaba Khamenei Alami Cedera di Awal Perang, Sempat Dibawa ke Rumah Sakit
HO/IST/Press TV
MOJTABA KHAMENEI - Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei. Kini terungkap bahwa Mojtaba Khamenei sebelumnya mengalami cedera ringan pada awal perang Iran. 

Ringkasan Berita:
  • Mojtaba Khamenei diketahui belum pernah tampil di depan publik sejak awal perang.
  • Perang dimulai pada 28 Februari 2026 setelah AS dan Israel melancarkan serangan skala besar terhadap Iran.
  • Kini terungkap bahwa Mojtaba Khamenei sebelumnya mengalami cedera ringan.

TRIBUNNEWS.COM - Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei disebut sempat dibawa ke rumah sakit setelah pecahnya perang dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada 28 Februari 2026.

Hal ini diketahui sebagaimana laporan kantor berita semi-resmi Iran, ISNA, pada Senin (18/5/2026), mengutip seorang pejabat kementerian kesehatan Iran.

Mojtaba Khamenei menjadi pemimpin tertinggi Iran setelah ayahnya, mantan pemimpin tertinggi Ali Khamenei, tewas dalam serangan di Teheran pada hari pertama konflik.

Sementara itu, Mojtaba Khamenei diketahui belum pernah tampil di depan publik sejak awal perang.

Kepala pusat hubungan masyarakat dan informasi kementerian kesehatan Iran, Hossein Kermanpour, mengungkapkan Mojtaba Khamenei sebelumnya mengalami cedera ringan.

“Luka-luka tersebut bukanlah jenis luka yang akan merusak wajah pemimpin tertinggi, juga tidak akan membuatnya cacat atau mengakibatkan amputasi anggota tubuh,” kata Hossein Kermanpour, dikutip dari Al Arabiya.

Rekomendasi Untuk Anda

“Beberapa jahitan diterapkan pada luka-luka tersebut. Salah satu area yang diputuskan dokter untuk segera dijahit adalah kakinya," papar dia.

Adapun perang dimulai pada 28 Februari 2026 setelah AS dan Israel melancarkan serangan skala besar terhadap Iran.

Konflik tersebut dengan cepat meningkat menjadi salah satu perang regional paling berbahaya dalam beberapa dekade, mengganggu pelayaran melalui Selat Hormuz, mengguncang pasar energi global, dan menyebabkan serangan rudal dan pesawat tak berawak di seluruh Timur Tengah.

Gencatan senjata yang rapuh mulai berlaku pada 8 April 2026, meskipun ketegangan masih tetap tinggi.

Baca juga: Trump Batalkan Serangan, Iran Peringatkan AS agar Tak Salah Perhitungan, Klaim Lebih Siap dan Kuat

Diyakini Terlibat dalam Strategi Perang Iran

Badan intelijen Amerika Serikat (AS) meyakini bahwa Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, terlibat dalam membentuk strategi perang Teheran dan negosiasi dengan Washington.

Diberitakan Anadolu Agency, Mojtaba Khamenei diyakini terlibat meskipun tetap tidak tampil di depan publik setelah mengalami cedera selama perang.

Sumber-sumber yang mengetahui penilaian intelijen AS, mengatakan bahwa masih ada ketidakpastian mengenai seberapa besar otoritas yang saat ini dijalankan Khamenei dalam struktur kepemimpinan Iran setelah serangan dalam perang tersebut menewaskan beberapa pejabat senior, termasuk ayahnya yakni Ali Khamenei.

Para pejabat AS dilaporkan meyakini bahwa Mojtaba Khamenei terus berkomunikasi melalui kurir tepercaya dan kontak langsung saat pulih dari cedera yang meliputi luka bakar dan luka akibat pecahan peluru.

Sementara itu, para pejabat Iran bersikeras bahwa Mojtaba Khamenei pulih dengan baik.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas