Jika Negosiasi Gagal, Trump: AS Mungkin Akan Serang Iran dalam 2-3 Hari
Presiden AS Donald Trump mengancam Iran dengan serangan baru dalam waktu 2-3 hari jika Teheran gagal mencapai kesepakatan dengan Washington.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Nuryanti
Ringkasan Berita:
- Presiden AS Donald Trump mengancam akan kembali menyerang Iran dalam beberapa hari ke depan jika negosiasi gagal mencapai kesepakatan.
- Trump mengaku sempat tinggal “satu jam lagi” sebelum menyetujui serangan baru, namun menundanya setelah mendapat dorongan diplomasi dari Arab Saudi, Qatar, dan UEA.
- Ia menegaskan AS tidak akan membiarkan Iran memiliki senjata nuklir, bahkan jika harus menggunakan kekuatan militer.
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melontarkan ancaman keras terhadap Iran dengan menyatakan Washington bisa saja melancarkan serangan militer baru dalam beberapa hari ke depan jika upaya diplomasi dengan Iran gagal mencapai kesepakatan.
Pernyataan itu disampaikan Trump di Gedung Putih pada Selasa, sehari setelah ia mengungkapkan dirinya sempat membatalkan serangan besar terhadap Iran pada menit-menit terakhir demi memberi ruang bagi proses negosiasi.
Trump mengatakan dirinya “hanya tinggal satu jam lagi” sebelum menyetujui operasi militer baru terhadap Iran.
Namun, keputusan itu ditunda setelah adanya komunikasi dari para pemimpin Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar yang meyakinkan bahwa peluang tercapainya kesepakatan damai masih terbuka.
"Saya hanya tinggal satu jam lagi sebelum mengambil keputusan untuk menyerang (Iran) hari ini," ujar Trump kepada wartawan, Selasa (19/5/2026).
“Saya harap kita tidak perlu berperang lagi, tetapi mungkin kami harus memberikan pukulan besar lainnya kepada mereka. Saya belum yakin,” lanjutnya.
Ia juga menyebut telah menetapkan tenggat waktu yang sangat terbatas bagi Iran untuk mencapai kesepakatan baru dengan Amerika Serikat.
“Mungkin Jumat, Sabtu, Minggu, atau awal minggu depan. Jangka waktunya terbatas, karena kita tidak bisa membiarkan mereka memiliki senjata nuklir,” katanya.
Terkait proses negosiasi, Presiden AS mengatakan Iran memohon untuk mencapai kesepakatan.
"Anda tahu bagaimana rasanya bernegosiasi dengan negara yang Anda kalahkan dengan telak. Mereka datang ke meja perundingan, memohon untuk membuat kesepakatan," ujar Trump.
Baca juga: Pakistan Mati-matian Dorong AS-Iran Berdamai, Isu Nuklir Masih Jadi Bom Waktu
"Saya harap kita tidak perlu berperang (lagi), tetapi kita mungkin harus memberikan pukulan besar lainnya kepada mereka. Saya belum yakin," lanjutnya.
Ia mengungkapkan bahwa ia telah menerima informasi bahwa ada kemajuan dalam proses negosiasi antara AS dan Iran.
"Arab Saudi, Qatar, dan UEA meyakinkan saya bahwa ada kabar baik tentang negosiasi dengan Iran... Saya memutuskan untuk menunda serangan terhadap Iran setelah kontak-kontak ini," ujarnya.
"Iran berjanji untuk tidak memperoleh senjata nuklir dan kemudian berubah pikiran," katanya, menekankan bahwa ia akan mencegah Iran memperoleh senjata nuklir baik melalui kesepakatan atau dengan kekerasan.
"Saya tidak ragu bahwa Iran akan menggunakan senjata nuklir jika mereka memilikinya... Mereka akan menyerang negara-negara tetangga jika mereka memiliki senjata nuklir," lanjutnya, seperti diberitakan Al Arabiya.