Netanyahu Naik Pitam! Semprot Aksi Menteri Israel yang Siksa Relawan Global Sumud Flotilla
Netanyahu murka usai video relawan Global Sumud Flotilla diborgol viral. Ben Gvir dikecam, Israel tetap tuduh aktivis terkait Hamas.
Penulis:
Namira Yunia Lestanti
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
Ringkasan Berita:
- Netanyahu mengecam keras tindakan Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, usai video relawan Global Sumud Flotilla diborgol dan dipaksa berlutut viral di media sosial.
- Video penahanan aktivis, termasuk relawan Irlandia Caitriona Graham yang ditekan ke lantai setelah meneriakkan “Free Palestine”, memicu kecaman internasional.
- Meski mengecam aksi Ben-Gvir, pemerintah Israel tetap mempertahankan keputusan mencegat armada bantuan menuju Gaza
TRIBUNNEWS.COM - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, akhirnya angkat bicara terkait kontroversi penahanan relawan kemanusiaan dari Global Sumud Flotilla (GSF) yang mencoba menembus blokade menuju Jalur Gaza, Palestina.
Melalui pernyataan resminya di media sosial X pada Rabu (20/5/2026), Netanyahu secara terbuka mengkritik tindakan Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, yang dinilai memperlakukan para aktivis secara tidak manusiawi.
Netanyahu menyatakan, cara penanganan para relawan armada kemanusiaan itu “tidak sejalan dengan nilai-nilai dan norma Israel.”
Kecaman tersebut muncul setelah video penahanan para aktivis beredar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut, para relawan terlihat diborgol dengan tangan di belakang punggung, dipaksa berlutut, dan menundukkan kepala di lantai di bawah pengawasan aparat bersenjata Israel.
Salah satu momen paling menyita perhatian terjadi ketika seorang relawan asal Irlandia bernama Caitriona Graham meneriakkan slogan “Free Palestine” di depan Ben-Gvir.
Tak lama setelah itu, kepala Graham terlihat ditekan ke lantai oleh aparat keamanan, sementara Ben-Gvir berjalan sambil tersenyum dan mengejek para tahanan.
Rekaman tersebut langsung memicu kecaman dari berbagai organisasi hak asasi manusia dan pejabat internasional.
Direktur Eksekutif Amnesty International Irlandia, Stephen Bowen, menyebut keberanian Caitriona Graham memperlihatkan keteguhan aktivis sipil menghadapi tindakan represif.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Irlandia, Helen McEntee, mengecam keras perlakuan terhadap warga negaranya.
Dalam unggahannya di platform X, McEntee menyebut tindakan pemerintah Israel dan Ben-Gvir sebagai perilaku “mengerikan dan tidak dapat diterima.”
Ia menegaskan Kedutaan Besar Irlandia telah mengajukan protes resmi kepada otoritas Israel dan menuntut perlakuan manusiawi terhadap seluruh relawan yang ditahan.
Aksi Menteri Rugikan Citra Israel
Merespons tindakan tersebut, Netanyahu menyatakan pihaknya mengecam tindakan keras yang dipertontonkan secara terbuka karena hal itu justru menciptakan tekanan diplomatik baru bagi Israel.
Baca juga: Cerita Jurnalis Saksi Penyerbuan Israel Tragedi Mavi Marmara 2010, Fotografer Tewas Dibidik Sniper
Pemerintah Israel saat ini tengah menghadapi kritik tajam dari berbagai negara dan organisasi hak asasi manusia terkait operasi militernya di Gaza serta perlakuan terhadap warga sipil dan aktivis internasional.
Dengan menyebut tindakan Ben-Gvir “tidak sejalan dengan nilai-nilai Israel,” Netanyahu berupaya menjaga posisi diplomatik negaranya di mata dunia internasional sekaligus meredam kemarahan publik global yang terus meningkat akibat beredarnya video tersebut.
Sementara itu, keputusan Netanyahu memerintahkan deportasi cepat terhadap para relawan dinilai sebagai langkah untuk meredakan polemik dan mencegah isu penahanan aktivis berkembang menjadi krisis diplomatik yang lebih besar.