Iran Tinjau Proposal Perdamaian AS, Trump Bersedia Menunggu Beberapa Hari Lagi
Iran sedang meninjau proposal terbaru AS untuk mengakhiri perang, sementara Donald Trump memberi tenggat beberapa hari untuk jawaban dari Teheran.
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Endra Kurniawan
Ringkasan Berita:
- Iran sedang meninjau proposal terbaru AS untuk mengakhiri perang, sementara Donald Trump memberi tenggat beberapa hari untuk jawaban dari Teheran.
- Trump dan Netanyahu dikabarkan berselisih soal langkah menghadapi Iran, dengan Trump memilih jalur diplomasi sementara Netanyahu ingin melanjutkan serangan.
- Negara-negara Teluk dan Pakistan terus memediasi pembicaraan damai antara AS dan Iran guna mencegah konflik semakin meluas.
TRIBUNNEWS.COM - Iran mengatakan sedang meninjau proposal terbaru dari pemerintahan AS untuk mengakhiri perang setelah Donald Trump menyatakan siap menunggu beberapa hari lagi demi mendapatkan jawaban yang tepat.
Dilansir CNBC, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan pada Kamis (21/5/2026) bahwa Iran telah menerima pandangan dari pihak Amerika dan sedang meninjaunya, menurut kantor berita pemerintah Nour News.
Baghaei mengatakan Pakistan, yang menjadi tuan rumah pembicaraan perdamaian antara AS dan Iran bulan lalu, terus memediasi komunikasi antara Iran dan AS.
Ia menambahkan bahwa beberapa putaran komunikasi telah berlangsung berdasarkan proposal 14 poin dari Iran.
Kepala Angkatan Darat Pakistan, Asim Munir, juga diperkirakan akan melakukan perjalanan ke ibu kota Iran pada Kamis sebagai bagian dari upaya mediasi, menurut kantor berita ISNA Iran.
Perundingan untuk mengakhiri perang Iran belum menunjukkan kemajuan dalam beberapa pekan terakhir.
Kedua pihak terjebak dalam kebuntuan karena Iran dan AS sama-sama memblokir Selat Hormuz yang sangat penting secara strategis.
Sekitar 20 persen minyak dan gas alam cair dunia melewati Selat Hormuz sebelum perang, tetapi lalu lintas pengiriman terhenti sejak serangan pada 28 Februari.
“Percayalah, jika kita tidak mendapatkan jawaban yang tepat, semuanya akan berjalan sangat cepat. Kita semua siap untuk bertindak,” kata Presiden Donald Trump kepada wartawan di Pangkalan Gabungan Andrews pada Rabu (20/5/2026) waktu setempat.
Baca juga: Intelijen AS: Iran Diam-Diam Bangun Mesin Perang, Kebut Produksi Drone Tempur
Ketika ditanya berapa lama ia siap menunggu, Trump menjawab, “Bisa beberapa hari, tetapi bisa juga berjalan sangat cepat.”
Trump telah berulang kali memperingatkan akan adanya serangan baru terhadap Iran jika kedua pihak tidak dapat mencapai kesepakatan.
Namun, ia juga beberapa kali menunda tenggat waktu yang telah ditetapkannya.
Trump mengatakan bahwa ia hampir menyerang Iran pada Selasa (19/5/2026), sebelum akhirnya dibujuk untuk menunda serangan tersebut.
Garda Revolusi Iran memperingatkan agar AS tidak melakukan serangan lebih lanjut.
Dalam pernyataan keras yang dilaporkan pada Rabu, kelompok paramiliter tersebut mengancam akan memperluas konflik Timur Tengah di luar kawasan jika AS dan Israel melanjutkan serangan terhadap Iran.