Mirip Joe Biden, Isu Prabowo Mundur Ikut Jadi Bahan Taruhan di Polymarket
Menurut data terkini Polymarket, probabilitas yang diberikan pasar untuk pengunduran diri atau pemberhentian Prabowo terlihat sangat rendah
Penulis:
Bobby W
Editor:
Tiara Shelavie
Total volume perdagangan pasar ini sudah mencapai hampir $9.000 meski baru diluncurkan pada 20 Mei 2026.
Sementara itu, pasar serupa juga ada untuk periode 2025 yang sebelumnya telah tersedia, di mana probabilitas Prabowo lengser di akhir tahun itu juga tercatat rendah.
Peluncuran pasar ini muncul di tengah berbagai isu yang dihadapi pemerintahan Prabowo, termasuk kritik dari Amnesty International terkait isu kebebasan berpendapat, kekhawatiran The Economist mengenai oposisi dan risiko fiskal program makan siang gratis, serta fluktuasi nilai tukar rupiah.
Joe Biden Alami Kasus Serupa
Fenomena seorang pemimpin negara dijadikan sebagai objek taruhan di Polymarket sebenarnya bukan hal baru.
Kasus yang jauh lebih masif dan menghebohkan pernah menimpa para pemimpin dunia termasuk di Amerika Serikat.
Salah satu momen paling bersejarah di platform ini terjadi pada pertengahan tahun 2024 yang lalu.
Saat itu, Polymarket membuka kontrak taruhan apakah Presiden AS saat itu, Joe Biden, akan mundur dari pencalonan Pilpres 2024 setelah penampilannya yang dinilai kurang prima dalam debat televisi melawan Donald Trump.
Hebatnya, berminggu-minggu sebelum Joe Biden memberikan pengumuman resmi kepada publik, para petaruh di Polymarket sudah "meramal" dengan jitu.
Baca juga: Prabowo Bilang Orang Desa Tak Main Saham, Tak Pakai Dolar, Pakar: Maaf, Presiden Tak Paham Ekonomi
Angka probabilitas Biden untuk mundur melonjak tajam dari yang awalnya hanya 20 persen langsung meroket hingga ke angka 55?hkan menyentuh 70 persen.
Perputaran uang di pasar taruhan Pilpres AS kala itu tidak main-main karena nominalnya mencapai ratusan juta dolar AS.
Ketika Joe Biden akhirnya benar-benar mengumumkan mundur, pasar prediksi ini mendadak viral karena terbukti membaca situasi lebih cepat daripada prediksi para pengamat politik tradisional di televisi.
Tidak berhenti di situ, memasuki tahun 2026, dinamika taruhan politik di platform ini kian menggila di bawah pemerintahan Donald Trump.
Bahkan baru-baru ini, ketika terjadi ketegangan geopolitik global antara Amerika Serikat melawan Iran, Polymarket juga menggelar bursa taruhan senilai ratusan ribu dolar terkait waktu pengumuman gencatan senjata oleh Gedung Putih terhadap Teheran
(Tribunnews.com/Bobby)