Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mirip Joe Biden, Isu Prabowo Mundur Ikut Jadi Bahan Taruhan di Polymarket

Menurut data terkini Polymarket, probabilitas yang diberikan pasar untuk pengunduran diri atau pemberhentian Prabowo terlihat sangat rendah

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Bobby W
Editor: Tiara Shelavie
zoom-in Mirip Joe Biden, Isu Prabowo Mundur Ikut Jadi Bahan Taruhan di Polymarket
Tangkap layar Polymarket
BAHAN TARUHAN PRABOWO - Tangkap layar bursa taruhan terkait masa kepemimpinan Prabowo Subianto di Pasar Prediksi Polymarket per 21 Mei 2026. Taruhan bertajuk "Prabowo Subianto out as President of Indonesia by...?" tersebut mengajak pengguna Polymarket untuk menebak: apakah Presiden Prabowo akan mundur atau lengser dari jabatannya pada bulan-bulan tertentu di tahun 2026. 

Total volume perdagangan pasar ini sudah mencapai hampir $9.000 meski baru diluncurkan pada 20 Mei 2026.

Sementara itu, pasar serupa juga ada untuk periode 2025 yang sebelumnya telah tersedia, di mana probabilitas Prabowo lengser di akhir tahun itu juga tercatat rendah.

Peluncuran pasar ini muncul di tengah berbagai isu yang dihadapi pemerintahan Prabowo, termasuk kritik dari Amnesty International terkait isu kebebasan berpendapat, kekhawatiran The Economist mengenai oposisi dan risiko fiskal program makan siang gratis, serta fluktuasi nilai tukar rupiah.

Joe Biden Alami Kasus Serupa

Pidato Perpisahan Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, pada hari Rabu (15/1/2025)
Pidato Perpisahan Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, pada hari Rabu (15/1/2025) (Youtube/The White House)

Fenomena seorang pemimpin negara dijadikan sebagai objek taruhan di Polymarket sebenarnya bukan hal baru. 

Kasus yang jauh lebih masif dan menghebohkan pernah menimpa para pemimpin dunia termasuk di Amerika Serikat.

Salah satu momen paling bersejarah di platform ini terjadi pada pertengahan tahun 2024 yang lalu.

Saat itu, Polymarket membuka kontrak taruhan apakah Presiden AS saat itu, Joe Biden, akan mundur dari pencalonan Pilpres 2024 setelah penampilannya yang dinilai kurang prima dalam debat televisi melawan Donald Trump.

Rekomendasi Untuk Anda

Hebatnya, berminggu-minggu sebelum Joe Biden memberikan pengumuman resmi kepada publik, para petaruh di Polymarket sudah "meramal" dengan jitu.

Baca juga: Prabowo Bilang Orang Desa Tak Main Saham, Tak Pakai Dolar, Pakar: Maaf, Presiden Tak Paham Ekonomi

Angka probabilitas Biden untuk mundur melonjak tajam dari yang awalnya hanya 20 persen langsung meroket hingga ke angka 55?hkan menyentuh 70 persen.

Perputaran uang di pasar taruhan Pilpres AS kala itu tidak main-main karena nominalnya mencapai ratusan juta dolar AS. 

Ketika Joe Biden akhirnya benar-benar mengumumkan mundur, pasar prediksi ini mendadak viral karena terbukti membaca situasi lebih cepat daripada prediksi para pengamat politik tradisional di televisi.

Tidak berhenti di situ, memasuki tahun 2026, dinamika taruhan politik di platform ini kian menggila di bawah pemerintahan Donald Trump.

Bahkan baru-baru ini, ketika terjadi ketegangan geopolitik global antara Amerika Serikat melawan Iran, Polymarket juga menggelar bursa taruhan senilai ratusan ribu dolar terkait waktu pengumuman gencatan senjata oleh Gedung Putih terhadap Teheran

(Tribunnews.com/Bobby)

Sesuai Minatmu
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas