New York Buka Undian Tiket Murah Piala Dunia 2026, Harga Cuma 50 Dolar AS
New York siapkan 1.000 tiket Piala Dunia 2026 seharga 50 dolar AS di tengah protes mahalnya harga tiket FIFA.
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Febri Prasetyo
Ringkasan Berita:
- New York membuka undian 1.000 tiket Piala Dunia 2026 seharga 50 dolar AS khusus untuk warga kota.
- Program itu mencakup transportasi gratis menuju Stadion MetLife dan berlaku untuk tujuh pertandingan selain final.
- Kebijakan ini muncul setelah kritik luas terhadap mahalnya harga tiket FIFA yang mencapai ribuan dolar AS.
TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Kota New York resmi meluncurkan program tiket murah Piala Dunia 2026 setelah gelombang kritik terhadap tingginya harga tiket pertandingan di Amerika Serikat terus membesar dalam beberapa bulan terakhir.
Wali Kota New York Zohran Mamdani pada Kamis (21/5/2026) mengumumkan sebanyak 1.000 tiket akan dijual kepada warga New York dengan harga hanya 50 dolar AS atau sekitar 885 ribu rupiah.
Tiket tersebut berlaku untuk tujuh pertandingan di Stadion MetLife, New Jersey, termasuk laga fase grup dan babak gugur awal, tetapi tidak mencakup partai final.
The Guardian melaporkan program tersebut menjadi yang pertama di antara seluruh kota tuan rumah Piala Dunia 2026 yang secara khusus menyediakan akses tiket murah bagi warga lokal.
Setiap pertandingan akan mendapat alokasi sekitar 150 tiket yang ditempatkan di tribun atas stadion berkapasitas 82 ribu penonton tersebut.
Tiket Sudah Termasuk Transportasi Gratis
Selain tiket pertandingan, pemerintah kota juga menyediakan transportasi bus pulang-pergi gratis dari New York menuju stadion di East Rutherford, New Jersey.
Sistem undian dibuka mulai 25 Mei hingga 30 Mei dengan batas maksimal 50 ribu pendaftar per hari.
Pemenang undian diperbolehkan membeli maksimal dua tiket.
Baca juga: Jelang Piala Dunia 2026, Lagu Suporter Buatan AI Viral dan Kalahkan Anthem Resmi FIFA
Pemerintah kota menegaskan tiket tidak dapat dipindahtangankan guna mencegah praktik calo dan penjualan ulang di pasar sekunder yang selama ini membuat harga melambung tinggi.
“Pada dasarnya sepak bola adalah permainan kelas pekerja. Tetapi sekarang begitu banyak masyarakat pekerja yang tidak mampu membeli tiketnya,” kata Mamdani seperti dikutip dari Yahoo Sports.
Ia menilai Piala Dunia seharusnya menjadi perayaan terbuka bagi seluruh penggemar, bukan hanya untuk kalangan tertentu yang mampu membayar tiket mahal.
“Kami tidak ingin olahraga menjadi komoditas mewah. Kami ingin setiap warga New York merasa menjadi bagian dari turnamen ini,” ujar Mamdani.
Harga Tiket FIFA Jadi Sorotan
Menurut Al Jazeera, kebijakan tiket murah tersebut muncul di tengah kemarahan publik terhadap sistem dynamic pricing yang digunakan FIFA.
Sistem itu membuat harga tiket berubah mengikuti permintaan pasar dan menyebabkan banyak tiket melonjak jauh di atas harga awal.