Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

AS Kecolongan! Manfaatkan Gencatan Senjata, Iran Bangkit dan Mulai Produksi Massal Drone Lagi

Intelijen AS mengungkap Iran diam-diam bangun lagi industri drone saat gencatan senjata masih berlangsung.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Ringkasan Berita:
  • Intelijen Amerika Serikat menilai Iran mulai memulihkan produksi drone dan kemampuan militernya jauh lebih cepat dari perkiraan setelah perang melawan Israel.
  • Penilaian itu memicu kekhawatiran baru di Pentagon karena Teheran disebut masih memiliki sebagian besar peluncur rudal dan ribuan drone aktif.
  • Kondisi tersebut menimbulkan keraguan atas klaim Washington bahwa serangan gabungan AS-Israel telah melumpuhkan kekuatan militer Iran dalam jangka panjang.

 

TRIBUNNEWS.COM - Amerika Serikat (AS) mulai menghadapi kekhawatiran baru setelah intelijen mereka menemukan bahwa Iran diam-diam membangun kembali kemampuan militernya selama masa gencatan senjata dengan Washington dan Israel.

Dikutip dari CNN, Iran telah memulai kembali sebagian produksi drone hanya beberapa pekan setelah gencatan senjata enam minggu dimulai pada awal April 2026.

Empat sumber yang mengetahui laporan intelijen AS mengatakan pemulihan kekuatan militer Iran berlangsung jauh lebih cepat dibanding perkiraan awal Pentagon.

Temuan tersebut memunculkan kekhawatiran baru di Washington karena sebelumnya AS dan Israel mengklaim serangan gabungan mereka berhasil melumpuhkan kemampuan pertahanan Iran untuk waktu yang lama.

Namun laporan intelijen terbaru justru menunjukkan Teheran mampu kembali mengaktifkan fasilitas produksi senjata dalam waktu relatif singkat.

Rekomendasi Untuk Anda

“Pihak Iran telah melampaui semua tenggat waktu yang ditetapkan oleh komunitas intelijen untuk rekonstitusi,” kata seorang pejabat AS kepada CNN.

Iran Bangun Lagi Basis Militernya

Menurut laporan intelijen AS, Iran tidak hanya kembali memproduksi drone.

Teheran juga disebut mulai memindahkan dan mengganti lokasi peluncur rudal, memperbaiki sistem persenjataan utama, serta membangun kembali kapasitas manufaktur militer yang sebelumnya rusak akibat pemboman AS-Israel.

Baca juga: AS Boncos! 200 Rudal THAAD Ludes Demi Lindungi Israel dari Serangan Iran

CNN melaporkan sebagian fasilitas industri pertahanan Iran ternyata masih bertahan sehingga proses pemulihan tidak dimulai dari nol.

Hal itu membuat kemampuan militer Iran pulih jauh lebih cepat dibanding prediksi awal Washington.

Sejumlah pejabat intelijen bahkan memperkirakan Iran dapat memulihkan penuh kemampuan serangan drone hanya dalam waktu sekitar enam bulan.

Kecepatan pemulihan itu dinilai mengejutkan Pentagon dan memunculkan pertanyaan besar mengenai efektivitas operasi militer besar-besaran yang sebelumnya dilakukan AS dan Israel.

Drone Jadi Ancaman Baru

Para pejabat AS kini menilai ancaman terbesar Iran justru berasal dari armada drone yang tetap bertahan setelah perang.

Menurut dua sumber intelijen yang dikutip CNN, sekitar 50 persen kemampuan drone Iran dilaporkan masih utuh meski perang berlangsung selama berminggu-minggu.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas