AS Geger Ring 1 Donald Trump Diserang, Secret Service Hujani Pelaku dengan 30 Tembakan
Sejumlah laporan awal menyebut aparat melepaskan lebih dari 20 hingga 30 peluru untuk melumpuhkan pelaku.
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Suci BangunDS
Ringkasan Berita:
- Ring 1 pertahanan Amerika Serikat kembali diguncang aksi penyerangan bersenjata pada Sabtu (23/5/2026) malam waktu setempat.
- Agen Secret Service melepaskan puluhan tembakan balasan untuk melumpuhkan pelaku saat Presiden Donald Trump berada di dalam Gedung Putih.
- Insiden ini memperpanjang rangkaian kekerasan politik yang semakin sering menyasar kawasan pengamanan tertinggi di Washington sepanjang 2026.
TRIBUNNEWS.COM - Amerika Serikat (AS) kembali diguncang insiden penembakan di dekat Gedung Putih.
Diketahui, insiden ini terjadi saat Presiden Donald Trump berada di dalam kompleks kepresidenan.
Kawasan Ring 1 pusat kekuasaan Amerika mendadak berubah mencekam pada Sabtu (23/5/2026) malam waktu setempat.
Seorang pria bersenjata nekat melepaskan tembakan ke arah aparat keamanan di dekat kompleks Gedung Putih.
Rentetan suara peluru langsung memecah suasana pusat pemerintahan Washington DC dan memicu kepanikan besar di area steril yang selama ini dikenal sebagai salah satu titik paling dijaga di dunia.
Situasi darurat terjadi di persimpangan Jalan 17 dan Pennsylvania Avenue NW, tepat di luar perimeter pengamanan luar Gedung Putih.
Menurut kronologi awal dari aparat federal, pelaku awalnya berjalan mendekati pos penjagaan seperti warga biasa.
Namun, hanya beberapa detik kemudian, pria tersebut tiba-tiba mengeluarkan senjata api dari dalam tas yang dibawanya dan langsung mengarahkan tembakan ke arah agen Secret Service.
Aksi nekat itu langsung memicu respons brutal dari aparat keamanan kepresidenan AS.
Agen Secret Service yang bertanggung jawab melindungi presiden dan wakil presiden AS segera membalas tembakan dalam hitungan detik.
Baca juga: Baku Tembak Sengit di Gedung Putih, Jurnalis Tiarap Selamatkan Diri, Warga Sipil Ikut Jadi Korban
Berdasarkan kesaksian jurnalis dan saksi mata di lokasi, suara letusan terdengar sangat intens dan berlangsung selama beberapa menit.
Sejumlah laporan awal menyebut aparat melepaskan lebih dari 20 hingga 30 peluru untuk melumpuhkan pelaku.
Pelaku akhirnya roboh bersimbah darah di dekat area pengamanan Gedung Putih setelah tubuhnya dihantam rentetan peluru balasan dari aparat.
Donald Trump Ada di Dalam Gedung Putih
Insiden penembakan ini langsung memicu kepanikan di kalangan elite politik Washington karena Presiden Donald Trump diketahui sedang berada di dalam Gedung Putih saat baku tembak pecah.