Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

AS-Iran Semakin Dekat Akhiri Perang, tapi Ada Poin-poin Penting Jadi Kendala, Termasuk Selat Hormuz

Masih ada poin-poin penting yang menjadi kendala untuk mengakhiri perang Iran, termasuk terkait Selat Hormuz.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Nuryanti

Ringkasan Berita:
  • Masih ada poin-poin penting yang menjadi kendala untuk mengakhiri perang Iran.
  • Perselisihan besar antara Iran dan AS adalah mengenai Selat Hormuz, jalur pelayaran global penting yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab.
  • Isu utama lainnya adalah program nuklir Iran, terutama persediaan uranium yang diperkaya.

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan kemungkinan kesepakatan antara AS dan Iran untuk mengakhiri perang kini "sebagian besar telah dinegosiasikan".

Sehingga hal ini meningkatkan harapan ketegangan di kawasan itu dapat mereda setelah serangkaian upaya diplomatik yang melibatkan banyak negara.

Nota kesepahaman (MoU) yang diusulkan dilaporkan mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran vital untuk minyak mentah dan gas, serta pembicaraan yang bertujuan untuk secara resmi mengakhiri perang AS-Israel di Iran.

Namun, terlepas dari pernyataan optimis dari Trump, para pejabat Iran mengatakan masih terdapat perbedaan pendapat yang besar, terutama mengenai status Selat Hormuz, program nuklir Iran, dan konflik yang melibatkan kelompok-kelompok yang didukung Teheran di Lebanon.

Diberitakan Al Jazeera, berikut penjelasan terkait poin-poin penting yang menjadi kendala untuk mengakhiri perang Iran:

1. Selat Hormuz

Perselisihan besar antara Iran dan AS adalah mengenai Selat Hormuz, jalur pelayaran global penting yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab.

Rekomendasi Untuk Anda

Seperlima dari pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia dikirim melalui selat ini sebelum perang dimulai.

Iran bersikeras atas kedaulatan terhadap jalur perairan tersebut, yang terletak di dalam perairan teritorial Iran dan Oman dan tidak termasuk dalam perairan internasional.

Iran juga mengemukakan gagasan untuk mengenakan biaya tol, sementara AS menuntut kebebasan navigasi penuh.

Pada kenyataannya, Iran menutup selat tersebut dengan melarang transit setelah perang dimulai, menyerang kapal, dan dilaporkan memasang ranjau laut.

Beberapa hari setelah gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April 2026, AS menerapkan blokade sendiri.

Angkatan lautnya telah memblokir pelabuhan-pelabuhan Iran untuk menekan Teheran agar membuka kembali jalur air vital tersebut, yang menambah hambatan lain bagi perundingan.

Baca juga: Trump Klaim Kesepakatan Iran Hampir Jadi, Iran Bantah, Selat Hormuz Masih Jadi Titik Api

2. Program Nuklir Iran

Isu utama lainnya adalah program nuklir Iran, terutama persediaan uranium yang diperkaya.

AS dan Israel menuntut agar Iran menghentikan sepenuhnya pengayaan uranium, menuduh negara itu berupaya mengembangkan senjata nuklir, tanpa secara terbuka menyajikan bukti untuk mendukung klaim tersebut.

Iran menegaskan bahwa program nuklirnya semata-mata untuk penggunaan sipil.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas