Iran Sebut Kesepakatan dengan AS masih Jauh dari Kata Selesai
Baghaei mengakui adanya kemajuan dalam proses negosiasi, namun ia menepis rumor bahwa pengumuman resmi akan segera dilakukan
Penulis:
Bobby W
Editor:
Bobby Wiratama
Ringkasan Berita:
- Iran menegaskan bahwa kesepakatan damai masih jauh dari kata usai, meskipun Menlu AS Marco Rubio sempat nyatakan kesepakatan bisa tercapai dalam waktu dekat.
- Iran menegaskan prioritas utama negosiasi saat ini adalah penghentian perang, bukan membahas detail isu nuklir
- Iran juga menyatakan bahwa mekanisme pengelolaan Selat Hormuz harus menjadi tanggung jawab bersama negara-negara pesisir.
- Presiden Trump memperingatkan bahwa jika negosiasi gagal, pertempuran akan terjadi lebih besar dan lebih kuat
TRIBUNNEWS.COM – Pemerintah Iran memberikan peringatan pada Senin (25/5/2026) bahwa kesepakatan untuk mengakhiri perang yang dipicu oleh Amerika Serikat dan Israel masih jauh dari kata selesai.
Pernyataan ini muncul sebagai respons setelah Presiden Donald Trump sempat menaikkan ekspektasi publik terkait kemungkinan tercapainya kesepakatan damai dalam waktu dekat.
Meski demikian, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menegaskan bahwa Teheran tetap bersikap hati-hati.
Mengutip laporan dari NBC, Baghaei mengakui adanya kemajuan dalam proses negosiasi, namun ia menepis anggapan bahwa pengumuman resmi akan segera dilakukan.
"Memang benar bahwa kami telah mencapai kesimpulan pada banyak masalah yang sedang dibahas, tetapi tidak ada yang bisa mengklaim bahwa ini berarti kesepakatan yang akan segera ditandatangani sudah dekat," ungkap Baghaei di hadapan awak media.
Dalam keterangannya, Baghaei menekankan bahwa fokus utama negosiasi saat ini adalah penghentian perang secara menyeluruh.
Ia menegaskan bahwa pihaknya belum masuk ke pembahasan mengenai isu yang lebih sensitif.
"Pada tahap ini kami tidak membahas perincian masalah nuklir," tegasnya.
Selain itu, ia menyoroti bahwa draf kesepakatan yang ada hingga kini belum merinci mekanisme pengelolaan Selat Hormuz.
Baghaei menegaskan bahwa masalah tersebut seharusnya menjadi urusan dan tanggung jawab bersama bagi negara-negara yang berada di pesisir Selat Hormuz.
Baca juga: Iran Pasang Syarat Baru: Minta Dana Rp 196 Triliun Dicairkan Sebelum Lanjut Damai dengan AS
AS Optimis Deal segera Tercapai
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menyatakan bahwa kesepakatan masih mungkin tercapai dalam waktu dekat.
"Sebuah kesepakatan bisa diselesaikan 'hari ini' (Senin)," ujar Rubio saat melakukan kunjungan ke India.
Meski optimistis, ia memberi catatan bahwa jika pembicaraan gagal, Washington akan mencari "cara lain" untuk menyelesaikan situasi tersebut.
Di tengah rangkaian diplomasi yang intens mulai dari Timur Tengah hingga China, para negosiator utama Iran kini berada di Qatar.