Iran Disebut Buka Lagi Selat Hormuz 30 Hari setelah Negosiasi Damai Kelar
Menurut laporan tersebut, Iran berkomitmen untuk membersihkan ranjau yang sebelumnya dipasang di Selat Hormuz
Penulis:
Bobby W
Editor:
Bobby Wiratama
Ringkasan Berita:
- Iran dan AS dikabarkan tengah membahas rencana pembukaan kembali Selat Hormuz dalam waktu 30 hari pasca-kesepakatan damai
- Negosiasi terebut mencakup pembersihan ranjau laut dan penghapusan biaya transit bagi kapal-kapal internasional.
- Terdapat ketimpangan optimisme antara kedua pihak; Presiden Trump dan Menlu AS Marco Rubio mengisyaratkan kesepakatan sudah dekat, namun pemerintah Iran menegaskan bahwa proses negosiasi masih jauh dari kata selesai.
TRIBUNNEWS.COM – Iran dan Amerika Serikat dikabarkan tengah membahas rencana pembukaan kembali Selat Hormuz.
Berdasarkan laporan surat kabar Jepang, Nikkei, pada Senin (25/5/2026), proses pembukaan jalur tersebut ditargetkan berlangsung 30 hari setelah kedua negara mencapai kesepakatan resmi untuk mengakhiri permusuhan.
Adapun informasi ini merujuk pada keterangan sumber diplomatik di Timur Tengah dari Nikkei.
Menurut laporan tersebut, Iran berkomitmen untuk membersihkan ranjau yang sebelumnya dipasang di selat strategis itu dalam kurun waktu 30 hari pasca-kesepakatan.
Setelah proses pembersihan selesai, kapal-kapal dari seluruh negara akan diizinkan melintas secara bebas, aman, dan tanpa pungutan biaya transit.
Selat Hormuz sendiri bisa dikatakan sebatai urat nadi perdagangan minyak dunia.
Sekitar 20 persen dari total pasokan minyak global melintasi perairan sempit yang terletak di antara Iran dan Oman ini.
Sejak konflik pecah pada akhir Februari 2026, penutupan efektif selat tersebut telah memicu gangguan pasokan energi global, lonjakan harga minyak dunia, hingga tekanan inflasi di berbagai negara.
Perkembangan Terbaru Negosiasi
Baca juga: Iran Sebut Kesepakatan dengan AS masih Jauh dari Kata Selesai
Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan damai dengan Iran sudah "sebagian besar dinegosiasikan" dan akan segera diumumkan.
Namun, di saat Washington tampak optimistis, pemerintah Iran justru memberikan peringatan pada Senin (25/5/2026) bahwa kesepakatan tersebut masih jauh dari kata selesai.
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, sempat menyatakan bahwa kesepakatan bisa diselesaikan "hari ini" (Senin) saat ia berkunjung ke India.
Meski demikian, Rubio memberi catatan bahwa jika pembicaraan gagal, Washington akan mencari "cara lain" untuk menyelesaikan situasi tersebut.
Menanggapi narasi optimis tersebut, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menegaskan sikap hati-hati Teheran.
Mengutip laporan NBC, Baghaei mengakui adanya kemajuan dalam negosiasi, namun ia menepis anggapan bahwa pengumuman resmi akan segera dilakukan.