Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Putin Beri Tahu AS, Rusia Bocorkan Rencana Serangan Besar ke Kyiv

Putin memberi tahu AS soal rencana serangan besar ke kota Kyiv. Rusia mengklaim akan menargetkan fasilitas militer Ukraina sebagai serangan balasan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Putin Beri Tahu AS, Rusia Bocorkan Rencana Serangan Besar ke Kyiv
Kremlin
PRESIDEN RUSIA PUTIN - Foto diunduh dari Kepresidenan Rusia, Selasa (25/5/2026), memperlihatkan upacara penyambutan resmi untuk Presiden Rusia Vladimir Putin di Beijing, China, pada 20 Mei 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menyampaikan kepada Menlu AS Marco Rubio bahwa Rusia mulai melakukan serangan sistematis ke fasilitas di Kyiv yang disebut digunakan militer Ukraina dan pusat pengambilan keputusan serangan ke Rusia.
  • Rusia juga meminta warga asing serta staf diplomatik meninggalkan Kyiv. Ukraina dan Uni Eropa menilai ancaman itu sebagai bentuk intimidasi.
  • Sementara itu, AS menyatakan siap membantu upaya perdamaian untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina.

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan kepada Amerika Serikat (AS), militer Rusia mulai melakukan serangan terhadap fasilitas di Kyiv yang disebut digunakan oleh Angkatan Bersenjata Ukraina.

Pesan tersebut disampaikan secara langsung kepada Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio melalui panggilan telepon pada hari Senin (25/5/2026).

Lavrov menyampaikan pesan tersebut kepada AS yang sebelumnya menjadi mediator Rusia-Ukraina, walaupun pembicaraan kini sedang mengalami kebuntuan akibat konflik AS dan Iran.

Dalam pernyataan resmi, Kementerian Luar Negeri Rusia mengklaim fasilitas di Kyiv digunakan sebagai pusat-pusat pengambilan keputusan untuk menyerang wilayah Rusia.

"Atas instruksi Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin, Sergei Lavrov secara resmi menyampaikan kepada pihak Amerika bahwa, sebagai tanggapan terhadap serangan yang sedang berlangsung oleh rezim Kyiv terhadap warga sipil dan fasilitas sipil di wilayah Rusia, Angkatan Bersenjata Federasi Rusia mulai melakukan serangan sistematis dan konsisten terhadap fasilitas di Kyiv yang digunakan untuk kebutuhan Angkatan Bersenjata Ukraina, serta terhadap pusat-pusat tempat pengambilan keputusan terkait," kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam pernyataannya, Selasa (26/5/2026).

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengonfirmasi, Sergei Lavrov menyampaikan pesan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk Presiden AS Donald Trump, seperti diberitakan RIA.

Rekomendasi Untuk Anda

Rubio mengatakan, dia dan Lavrov juga membahas seruan Rusia agar staf misi diplomatik asing meninggalkan Kyiv menjelang serangan baru Rusia.

Menteri luar negeri AS mengatakan Rusia mengirimkan peringatan tersebut ke semua kedutaan, bukan hanya AS, namun khususnya Lavrov telah menghubunginya secara pribadi untuk menyampaikan pesan tersebut secara langsung.

"Putin ingin – bahkan memintanya untuk menghubungi saya agar saya menyampaikan pesan itu langsung kepada presiden (Trump), yang saya lakukan, tetapi jelas kami sudah melihat pemberitahuan yang dikirimkan ke semua fasilitas diplomatik," kata Rubio.

Ia menambahkan, saat ini belum ada jadwal pasti untuk negosiasi perdamaian yang bertujuan mengakhiri perang Rusia melawan Ukraina, tetapi AS selalu siap memainkan peran yang konstruktif dan membantu.

"Setiap kali Anda melihat serangan besar-besaran dari satu pihak atau pihak lain, itu adalah pengingat mengapa ini adalah perang mengerikan yang telah berlangsung lebih lama daripada Perang Dunia Kedua, dan perang ini perlu diakhiri. AS siap dan bersedia membantu melakukan apa pun yang kami bisa untuk membantu memfasilitasi pengakhiran perang ini, dan mudah-mudahan kesempatan itu akan muncul suatu saat nanti," kata Rubio.

Baca juga: Kafe di Kyiv Hancur Dihantam Rudal Rusia jadi Viral, Warga Malah Antre Kopi

Rusia Desak Warga Asing Tinggalkan Kyiv

Sebelumnya pada Senin (25/5/2026), Kementerian Luar Negeri Rusia mengklaim pasukan Rusia mulai melakukan "serangan sistematis dan berkelanjutan" terhadap perusahaan industri pertahanan Ukraina dan "pusat pengambilan keputusan" di Kyiv.

Moskow juga mendesak warga negara asing, termasuk staf diplomatik dan karyawan organisasi internasional, untuk meninggalkan Kyiv sesegera mungkin.

Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha mengatakan ancaman Rusia untuk melakukan serangan lebih lanjut terhadap Kyiv dimaksudkan untuk mengintimidasi para diplomat Barat, tetapi Ukraina tidak mengharapkan pemerasan semacam itu akan berhasil.

Duta Besar Uni Eropa untuk Ukraina, Katarína Mathernová, mengatakan para diplomat Barat tidak akan meninggalkan Kyiv meskipun ada ancaman baru dari Rusia.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas